Seruyan Bakal Dapat Hibah Alsintan, DPRD: Jangan Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi

loading...
Seruyan Bakal Dapat Hibah Alsintan, DPRD: Jangan Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi
Anggota DPRD Seruyan Bejo Riyanto (kanan) saat mengikuti rapat bersama dengan jajaran dewan lainnya di ruang rapat dewan belum lama ini. Foto SINDOnews
KUALA PEMBUANG - Kalangan DPRD Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut baik program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan pada tahun anggaran 2021 yang akan mengadakan penambahan alat mesin pertanian (alsintan) berjumlah 100 buah hand traktor.

"Untuk mendukung sektor pertanian yang ada di wilayah kita, kami mendukung penuh program tersebut karena bisa jadi langkah tepat untuk menggelorakan pertanian di Bumi Gawi Hatantiring," kata Anggota DPRD Seruyan Bejo Riyanto, Senin 18 Januari 2021.Baca juga: Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Jadi 'Bubur', Dinas PUPR Kalteng Harus Cari Solusi

Ia mengatakan, program tersebut sudah dianggarkan dan kemungkinan tahun ini sudah bisa terealisasi. "Kita dukung penuh segala kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat khususnya petani karena sayapun juga seorang anak petani," ujarnya.

Seperti yang diketahui, dalam pengadaan alsintan itu nantinya Pemerintah Daerah akan memberlakukan sistem pinjam pakai atau sewa yang artinya tidak diberikan atau dihibahkan kepada petani begitu saja. Bejo mengatakan, hal ini tidak terlepas dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang mana jika dihibahkan, hal itu hanya akan menjadi kepentingan beberapa orang saja dalam kelompok petani yang mengusulkan bantuan hibah alsintan tersebut.



Hal ini dikarenakan dalam pengusulan hibah harus melalui kelompok pertanian yang biasanya terdiri dari 10 orang atau lebih, jika satu kelompok diberikan satu alsintan untuk dipergunakan maka tentu saja pergiliran penggunaan dalam kelompok tersebut tidak akan maksimal.

"Karenakan dalam sebuah kelompok pasti ketua kelompok mempunyai peran besar dan jika bisa diperibahasakan anggota kelompok yang lain malah tidak kebagian, atau bahkan saya dengar kalau anggota mau memakai harus bayar dengan ketuanya," katanya. Baca juga: Kementan Bantu Pertanian Sumba Timur dengan Alsintan

Ia menilai, jika dari segi penggunaan sudah pas untuk bertani dan tinggal pengaturan saja sehingga terkadang bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar anggota kelompok. "Artinya alsintan itu jangan sampai hanya jadi kepentingan ketua atau sepihak saja tapi harus sama-sama, makanya diberlukan sistem pinjam pakai dan tidak dihibahkan lagi, saya rasa itu sudah bagus," ungkapnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top