Tenaga Kesehatan Berjatuhan Akibat COVID-19, Aplikasi DokterSafe Diluncurkan
Senin, 18 Januari 2021 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, External Manager DokterSafe, Mohammad Yusuf mengungkapkan, banyaknya informasi tentang COVID-19 yang muncul dari berbagai sumber terkadang tidak bisa dipercaya berakibat fatal bagi nakes. Apalagi jiga nakes lebih senang membuka media sosial dan mencari referensi tentang penanganan COVID-19 dari sana.
"Sehingga informasinya tidak jelas. Bahkan bisa termakan hoax. Dengan adanya DokterSafe ini, nakes bisa mencari informasi secara lengkap dalam satu genggaman. Karena informasi yang kami berikan lebih akurat karena melibatkan ahli yang kompeten di FK Unair," tuturnya.
Aplikasi ini, lanjutnya sangatlah dibutuhkan. Teruntuk bagi nakes yang berada di pelosok daerah. Didaerah pelosok terkadang di sebuah pusat layanan kesehatan, dokter ahli paru tidak tersedia standar-standar yang ditetapkan dalam penanganan COVID-19 .
"Karenanya, informasi komprehensif ada di DokterSafe ini. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari informasi yang terkadang tidak jelas. Bahkan kita masukkan video yang berisi bagaimana menggunakan APD yang benar mulai dari level satu hingga tiga. Semua jelas," tandasnya.
Baca juga: Ada PPKM untuk Tekan Penularan COVID-19, Kota Pasuruan Berlakukan Jam Malam
Tidak hanya itu, para nakes yang sudah divaksin COVID-19 pun bisa membuka aplikasi itu untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul setelah vaksin dan bagaimana cara mengatasinya.
Wakil Dekan 1 FK Unair, Achmad Chusnu Romdhoni menambahkan, bagi masyarakat umum juga bisa mengunduh aplikasi DokterSafe. Masyarakat bisa mengetahui tentang self assessment supaya mengerti seberapa besar risiko terpapar COVID-19 . Sehingga bisa melakukan tindakan preventif.
Namun demikian, ia mengakui bahwa aplikasi DokterSafe belum seratus persen sempurna. Pihaknya masih butuh masukan untuk memperbaiki aplikasi. "Sehingga informasi di aplikasi bisa bermanfaat bagi semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan tapi masyarakat luas," pungkasnya.
"Sehingga informasinya tidak jelas. Bahkan bisa termakan hoax. Dengan adanya DokterSafe ini, nakes bisa mencari informasi secara lengkap dalam satu genggaman. Karena informasi yang kami berikan lebih akurat karena melibatkan ahli yang kompeten di FK Unair," tuturnya.
Aplikasi ini, lanjutnya sangatlah dibutuhkan. Teruntuk bagi nakes yang berada di pelosok daerah. Didaerah pelosok terkadang di sebuah pusat layanan kesehatan, dokter ahli paru tidak tersedia standar-standar yang ditetapkan dalam penanganan COVID-19 .
"Karenanya, informasi komprehensif ada di DokterSafe ini. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari informasi yang terkadang tidak jelas. Bahkan kita masukkan video yang berisi bagaimana menggunakan APD yang benar mulai dari level satu hingga tiga. Semua jelas," tandasnya.
Baca juga: Ada PPKM untuk Tekan Penularan COVID-19, Kota Pasuruan Berlakukan Jam Malam
Tidak hanya itu, para nakes yang sudah divaksin COVID-19 pun bisa membuka aplikasi itu untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul setelah vaksin dan bagaimana cara mengatasinya.
Wakil Dekan 1 FK Unair, Achmad Chusnu Romdhoni menambahkan, bagi masyarakat umum juga bisa mengunduh aplikasi DokterSafe. Masyarakat bisa mengetahui tentang self assessment supaya mengerti seberapa besar risiko terpapar COVID-19 . Sehingga bisa melakukan tindakan preventif.
Namun demikian, ia mengakui bahwa aplikasi DokterSafe belum seratus persen sempurna. Pihaknya masih butuh masukan untuk memperbaiki aplikasi. "Sehingga informasi di aplikasi bisa bermanfaat bagi semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan tapi masyarakat luas," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :