Ahmad Rofiq: Pimpinan Partai dan Anggota Dewan Wajib Gunakan Sosmed

loading...
Ahmad Rofiq: Pimpinan Partai dan Anggota Dewan Wajib Gunakan Sosmed
Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq di sela-sela Muskerwil III Partai Perindo Provinsi Jambi di Hotel Aston, Jambi, Minggu (17/1/2021). Foto/Okezone/Azhari Sultan
JAMBI - Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai, pimpinan partai dan anggota dewan serta pengurus partai masih kurang sensitif dengan perubahan zaman di era digital saat ini.

Pasalnya, mereka bekerja masih secara konvensional dan meremehkan zaman digital di mana saat inu eranya sosial media (sosmed).

Baca juga: Muskerwil III Partai Perindo Jambi, Ahmad Rofiq: Bela Rakyat Kecil, Jangan Tidak Peduli

"Kita ingin mulai sekarang, pimpinan partai dan anggota dewan serta pengurus partai selalu menggunakan media sosial, baik Facebook (FB), Instagram (IG), Twitter atau lainnya," ujarnya saat Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III Partai Perindo Provinsi Jambi di Hotel Aston, Jambi, Minggu (17/1/2021).

Baca: Perindo Kumpulkan Wakil Rakyat se-Jateng, Sekjen: Jangan Korupsi!

Penegasan itu bukan tanpa alasan. Ahmad Rofiq berkaca pada keberhasilan Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Pak Jokowi dalam kesempatan bertugas tidak lupa melakukan twit atau unggahan. Karena apa, biar masyarakat diberi tahu apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi dalam membangun bangsa Indonesia," tegasnya.



Menurutnya, saat ini semua yang terlibat di Partai Perindo harus sensitif dengan perubahan zaman di era globalisasi dan digitalisasi.

"Saat ini sosialisasi program dan pemikiran tidak cukup menggunakan media konvensional saja. Apakah mereka semuanya nonton TV atau baca koran, tetapi sosial media harus menjadi ujung tombak setiap pemikiran, program dan gagasan. Jangan pernah takut berbuat," ujar Ahmad Rofiq.

Dia juga mempertanyakan, selama menjadi anggota Dewan apa saja yang sudah diperbuat ke masyarakat. "Sudahkah Anda masuk koran, masuk TV. Jangan di situ saja, karena saat ini sudah zamannya medsos. Harus dimanfaatkan itu," tandasnya.



"Karena itu strategis. Karena, siapa pun yang menghindar dari sosmed berarti dia akan diabaikan oleh konstituen, lantaran mereka tidak tahu apa yang dilakukan perwakilan yang dipilihnya," ungkapnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top