Seluruh Kabupaten/Kota di Jabar Rawan Bencana, Warga Diimbau Waspada
Sabtu, 16 Januari 2021 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Dani mengatakan, dalam mengatasi potensi bencana di Jabar, Pemprov Jabar pun telah melakukan upaya-upaya mitigasi, baik mitigasi struktural maupun non-struktural. Mitigasi struktural seperti pembangunan bendungan, normalisasi sungai, hingga dinding penahan tebing dilakukan oleh instansi terkait, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Adapun BPBD mengerjakan upaya mitigasi non-struktural, mulai dari penyusunan peta rawan bencana hingga upaya penanggulangan pascabencana," jelasnya.
Terkait peta rawan bencana, Provinsi Jabar telah memiliki peta rawan bencana hingga tingkat desa. Sehingga, masing-masing desa di Jabar yang jumlahnya hampir 6.000 desa itu telah memiliki peta rawan bencana, termasuk upaya motigasi dan rencana aksi pascabencana. "Peta rawan bencana hingga tingkat desa tersebut tinggal ditindaklanjuti hingga tingkat RW dan RT untuk memudahkan upaya antisipasi, termasuk penanganan pascabencana," katanya.
Dani menambahkan, Pemprov Jabar pun masih menetapkan status Siaga 1 seiring tingginya intensitas hujan yang diprediksi bakal terjadi hingga Mei 2021. Melalui penetapan status Siaga 1 , Dani mengimbau, agar seluruh warga Jabar selalu waspada terhadap seluruh potensi bencana. "Kita masih berada dalam status Siaga 1 hingga akhir Mei nanti. Kami mengimbau, agar masyarakat selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana," tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jabar berstatus Siaga 1 hingga Mei 2021 menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun 2020-2021. Dengan status tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
"Jadi, kesiagaan ini berbanding lurus dengan prediksi BMKG bahwa akan ada curah hujan lebih banyak dan lebih ekstrem. Sehingga, kita menetapkan kesiagaan itu dari November (2020) sampai Mei (2021)," tegas Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020) lalu. Baca juga: Gempa Majene 6,2 SR, Jenis Kerak Dangkal yang Dipicu Sesar Naik Mamuju
Terkait peta rawan bencana, Provinsi Jabar telah memiliki peta rawan bencana hingga tingkat desa. Sehingga, masing-masing desa di Jabar yang jumlahnya hampir 6.000 desa itu telah memiliki peta rawan bencana, termasuk upaya motigasi dan rencana aksi pascabencana. "Peta rawan bencana hingga tingkat desa tersebut tinggal ditindaklanjuti hingga tingkat RW dan RT untuk memudahkan upaya antisipasi, termasuk penanganan pascabencana," katanya.
Dani menambahkan, Pemprov Jabar pun masih menetapkan status Siaga 1 seiring tingginya intensitas hujan yang diprediksi bakal terjadi hingga Mei 2021. Melalui penetapan status Siaga 1 , Dani mengimbau, agar seluruh warga Jabar selalu waspada terhadap seluruh potensi bencana. "Kita masih berada dalam status Siaga 1 hingga akhir Mei nanti. Kami mengimbau, agar masyarakat selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana," tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jabar berstatus Siaga 1 hingga Mei 2021 menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun 2020-2021. Dengan status tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
"Jadi, kesiagaan ini berbanding lurus dengan prediksi BMKG bahwa akan ada curah hujan lebih banyak dan lebih ekstrem. Sehingga, kita menetapkan kesiagaan itu dari November (2020) sampai Mei (2021)," tegas Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020) lalu. Baca juga: Gempa Majene 6,2 SR, Jenis Kerak Dangkal yang Dipicu Sesar Naik Mamuju
Lihat Juga :