Seluruh Kabupaten/Kota di Jabar Rawan Bencana, Warga Diimbau Waspada
Sabtu, 16 Januari 2021 - 18:41 WIB
loading...
Dampak bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/9/2020) lalu. Foto/BNPB
A
A
A
BANDUNG - Di tengah bencana global pandemi COVID-19, Provinsi Jawa Barat juga dihadapkan pada berbagai potensi bencana alam , khususnya bencana hidrologi seperti banjir dan longsor. Terlebih, musim penghujan yang terjadi saat ini pun dipengaruhi oleh dampak La Nina yang mengakibatkan curah hujan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Terbukti, tingginya curah hujan telah mengakibatkan banjir bandang seperti yang telah terjadi di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dan banjir di kawasan Bandung Raya beberapa waktu lalu serta longsor di Kabupaten Sumedang yang menimbulkan puluhan korban jiwa, baru-baru ini. Baca juga: Pascagempa Majene 6,2 SR, Ini Kondisi Kantor Gubernur Sulawesi Barat
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan mengakui, Provinsi Jabar merupakan provinsi rawan bencana. Bahkan, kata Dani, seluruh kabupaten/kota di Jabar tergolong rawan bencana, khususnya banjir dan longsor. "Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, 15 kabupaten/kota di antaranya tergolong berisiko tinggi, sedangkan 12 kabupaten/kota lainnya kategori sedang. Jadi, semuanya memang rawan bencana," ujar Dani di Bandung, Sabtu (16/1/2021).
Secara umum, lanjut Dani, kabupaten/kota di Jabar mulai dari wilayah tengah hingga selatan rawan bencana longsor. Sedangkan dari wilayah tengah hingga Utara rawan banjir. "Umumnya seperti itu ya, meski tidak menutup kemungkinan banjir terjadi di wilayah rawan longsor dan sebaliknya," jelasnya.
Menurut Dani, tingginya potensi bencana di Jabar tak lepas dari kondisi topografi wilayah dengan banyaknya kawasan perbukitan yang rawan pergerakan tanah dan banjir. Selain itu, historis perencanaan pun menjadi indikator lainnya yang menunjukkan Jabar sebagai provinsi rawan bencana. "Bahkan, dalam peta bencana yang disusun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kabupaten Garut menempati rangking 1 nasional kabupaten paling rawan bencana," imbuh Dani.
Terbukti, tingginya curah hujan telah mengakibatkan banjir bandang seperti yang telah terjadi di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dan banjir di kawasan Bandung Raya beberapa waktu lalu serta longsor di Kabupaten Sumedang yang menimbulkan puluhan korban jiwa, baru-baru ini. Baca juga: Pascagempa Majene 6,2 SR, Ini Kondisi Kantor Gubernur Sulawesi Barat
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan mengakui, Provinsi Jabar merupakan provinsi rawan bencana. Bahkan, kata Dani, seluruh kabupaten/kota di Jabar tergolong rawan bencana, khususnya banjir dan longsor. "Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, 15 kabupaten/kota di antaranya tergolong berisiko tinggi, sedangkan 12 kabupaten/kota lainnya kategori sedang. Jadi, semuanya memang rawan bencana," ujar Dani di Bandung, Sabtu (16/1/2021).
Secara umum, lanjut Dani, kabupaten/kota di Jabar mulai dari wilayah tengah hingga selatan rawan bencana longsor. Sedangkan dari wilayah tengah hingga Utara rawan banjir. "Umumnya seperti itu ya, meski tidak menutup kemungkinan banjir terjadi di wilayah rawan longsor dan sebaliknya," jelasnya.
Menurut Dani, tingginya potensi bencana di Jabar tak lepas dari kondisi topografi wilayah dengan banyaknya kawasan perbukitan yang rawan pergerakan tanah dan banjir. Selain itu, historis perencanaan pun menjadi indikator lainnya yang menunjukkan Jabar sebagai provinsi rawan bencana. "Bahkan, dalam peta bencana yang disusun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kabupaten Garut menempati rangking 1 nasional kabupaten paling rawan bencana," imbuh Dani.
Lihat Juga :