Hoax Vaksinasi Marak, Satgas COVID-19 Jabar Tegaskan Vaksin Bukan Obat
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Panji mengatakan, orang yang menerima vaksin akan menghasilkan antibodi terhadap virus COVID-19, sehingga menjadi lebih kebal dan tidak mudah terinfeksi dan kekebalan tubuh baru dapat terjadi jika seseorang mendapatkan vaksin dua kali dengan jarak penyuntikan dua minggu.
"Setelah vaksin kedua diberikan, kondisi badan dan prokes tetap wajib dijaga minimal dua minggu, bukan bebas bepergian. Sebab, vaksin memerlukan waktu untuk menciptakan antibodi," katanya.
Baca juga: Gagas Sekolah Cukur, Milenial Bandung Buka Peluang Usaha di Tengah Pandemi
Di sisi lain, tambah Panji, belum semua masyarakat akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 dalam waktu cepat. Menurutnya, kekebalan kelompok baru dapat terjadi jika 70 persen populasi telah mendapat vaksin.
Baca juga: Korban Meninggal Longsor Sumedang Bertambah Jadi 25 Orang, Berikut Identitasnya
Oleh karenanya, Panji berharap, masyarakat pun terus mencari informasi terkait rencana vaksinasi pada kanal informasi resmi pemerintah, agar tidak terpapar hoaks. Diakuinya, hoaks terkait vaksinasi saat ini begitu marak, sehingga membuat masyarakat menjadi resah.
"Tugas kita semua memberikan pemahaman kepada masyarakat secara masiv agar tidak salah persepsi," tandasnya.
"Setelah vaksin kedua diberikan, kondisi badan dan prokes tetap wajib dijaga minimal dua minggu, bukan bebas bepergian. Sebab, vaksin memerlukan waktu untuk menciptakan antibodi," katanya.
Baca juga: Gagas Sekolah Cukur, Milenial Bandung Buka Peluang Usaha di Tengah Pandemi
Di sisi lain, tambah Panji, belum semua masyarakat akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 dalam waktu cepat. Menurutnya, kekebalan kelompok baru dapat terjadi jika 70 persen populasi telah mendapat vaksin.
Baca juga: Korban Meninggal Longsor Sumedang Bertambah Jadi 25 Orang, Berikut Identitasnya
Oleh karenanya, Panji berharap, masyarakat pun terus mencari informasi terkait rencana vaksinasi pada kanal informasi resmi pemerintah, agar tidak terpapar hoaks. Diakuinya, hoaks terkait vaksinasi saat ini begitu marak, sehingga membuat masyarakat menjadi resah.
"Tugas kita semua memberikan pemahaman kepada masyarakat secara masiv agar tidak salah persepsi," tandasnya.
(boy)
Lihat Juga :