Raja Kerajaan Tunggul Rahayu yang Gemparkan Garut, Dijebloskan ke Tahanan

Jum'at, 15 Januari 2021 - 09:04 WIB
loading...
Raja Kerajaan Tunggul Rahayu yang Gemparkan Garut, Dijebloskan ke Tahanan
Pimpinan Kerajaan Tunggul Rahayu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Profesor Ir Cakraningrat alias Sutarman, ditahan tim penyidik Kejari Garut. Foto/iNews TV/Ii Solihin
A A A
GARUT - Pimpinan atau raja dari Kerajaan Tunggul Rahayu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang kehadirannya sempat menggemparkan masyarakat, Profesor Ir Cakraningrat alias Sutarman, akhirnya dijebloskan ke sel tahanan oleh penyidik Kejari Garut.

Baca juga: Kolaborasi Imajinatif-Kreatif Lahirkan Keraton Agung Sejagat

Kerajaan abal-abal pimpinan Sutarman ini, sempat mengganti lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila, dengan merubah kepala burung garuda menjadi menghadap ke depan dengan mahkota di kepala garuda.

Bukan hanya itu, Sutarman juga menambahkan kalimat "soenata logawa" pada semboyan Bhineka Tunggal Ika di kaki burung garuda. Setelah ditangkap polisi dan hasil penyelidikannya dilimpahkan ke penyidik Kejari Garut, ternyata tersangka juga melakukan penipuan terhadap para pengikutinya.



Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi mengatakan, telah melakukan penahanan terhadap tersangka, karena berkasnya dinyatakan lengkap. "Salah satunya dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan . Itu berdasarkan berkas hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian dan telah dilimpahkan kepada kami," tuturnya.

Baca juga: Korban Gempa Majene, Tiga Meninggal dan 24 Luka-luka

Sutarman yang memasang gelar akademik palsu tersebut, juga dijerat dengan undang-undang tentang perguruan tinggi. Kini dia resmi menjadi tahanan penyidik Kejari Garut, dan dititipkan di Lapas Kelas II B Garut.

Baca juga: Penculik dan Pembunuh Anak Pejabat yang Gemparkan Karawang Ditangkap, Ini Lokasi Ekskusinya

Kuasa hukum Sutarman, Soni Sonjaya mengaku, terus memberikan pendampingan sejak proses penyelidikan dilakukan kepolisian, dan kini dilimpahkan ke Kejari Garut. "Kami akan upayakan penangguhan penahanan, dan menyiapkan pembelaan dipersidangan," tegasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2314 seconds (10.177#12.26)