Menko PMK Minta Masyarakat Hormati Alam, Jangan Membangun di Wilayah Rawan Longsor
Jum'at, 15 Januari 2021 - 09:21 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemui pengungsi terdampak bencana longsor di Cihanjuang, Sumedang, Jabar. Foto/Ist
A
A
A
SUMEDANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendatangi lokasi terdampak bencana longsor di Cihanjuang, Sumedang , Jabar.
Baca juga: Hari Ini, 3 Korban Bencana Longsor Sumedang Kembali Ditemukan
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu silam, 9 Januari 2021.
Baca: Dramatis, 6 Korban Gempa Majene Terjebak Reruntuhan Rumah Sakit
Bencana longsor telah menyebabkan permukiman warga rata dengan tanah yang berdampak pada kurang lebih 600 penduduk. Data sementara hingga Kamis (14/1/2021), jumlah korban jiwa yang ditemukan sebanyak 24 orang, dan 16 orang masih dalam pencarian serta korban selamat 25 orang. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor juga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
![Menko PMK Minta Masyarakat Hormati Alam, Jangan Membangun di Wilayah Rawan Longsor]()
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkesempatan melakukan kunjungan ke daerah terdampak longsor tersebut. Dalam pengecekannya di lapangan, Muhadjir mengatakan, penanganan pasca bencana yang telah dilakukan oleh petugas di lapangan sudah berjalan dengan baik.
"Kesimpulan saya semua sementara sudah tertangani dengan baik. Dan sekarang semuanya masih dalam proses (lanjutan) penanganan ," ujarnya usai melakukan pengecekan lokasi longsor, Kamis (14/1/2021).
![Menko PMK Minta Masyarakat Hormati Alam, Jangan Membangun di Wilayah Rawan Longsor]()
Menko PMK menjelaskan, beberapa tugas masih perlu diselesaikan oleh para petugas di lapangan. Pertama, pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan."Mudah-mudahan dengan penggalian jenazah ini bisa segera ditemukan," harapnya.
Kedua, penanganan permukiman sementara. Saat ini, imbuh Menko PMK para pengungsi korban tanah longsor bisa tinggal di tempat penampungan yang sudah disiapkan logistiknya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang atau bisa memilih tinggal di tempat tinggal kerabat atau saudara.
![Menko PMK Minta Masyarakat Hormati Alam, Jangan Membangun di Wilayah Rawan Longsor]()
Muhadjir mengatakan, pemerintah kabupaten akan tetap memberikan bantuan kepada para korban longsor yanng memilih tinggal di tempat kerabatnya dengan memberikan biaya hidup.
Baca juga: Hari Ini, 3 Korban Bencana Longsor Sumedang Kembali Ditemukan
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu silam, 9 Januari 2021.
Baca: Dramatis, 6 Korban Gempa Majene Terjebak Reruntuhan Rumah Sakit
Bencana longsor telah menyebabkan permukiman warga rata dengan tanah yang berdampak pada kurang lebih 600 penduduk. Data sementara hingga Kamis (14/1/2021), jumlah korban jiwa yang ditemukan sebanyak 24 orang, dan 16 orang masih dalam pencarian serta korban selamat 25 orang. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor juga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkesempatan melakukan kunjungan ke daerah terdampak longsor tersebut. Dalam pengecekannya di lapangan, Muhadjir mengatakan, penanganan pasca bencana yang telah dilakukan oleh petugas di lapangan sudah berjalan dengan baik.
"Kesimpulan saya semua sementara sudah tertangani dengan baik. Dan sekarang semuanya masih dalam proses (lanjutan) penanganan ," ujarnya usai melakukan pengecekan lokasi longsor, Kamis (14/1/2021).

Menko PMK menjelaskan, beberapa tugas masih perlu diselesaikan oleh para petugas di lapangan. Pertama, pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan."Mudah-mudahan dengan penggalian jenazah ini bisa segera ditemukan," harapnya.
Kedua, penanganan permukiman sementara. Saat ini, imbuh Menko PMK para pengungsi korban tanah longsor bisa tinggal di tempat penampungan yang sudah disiapkan logistiknya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang atau bisa memilih tinggal di tempat tinggal kerabat atau saudara.

Muhadjir mengatakan, pemerintah kabupaten akan tetap memberikan bantuan kepada para korban longsor yanng memilih tinggal di tempat kerabatnya dengan memberikan biaya hidup.
Lihat Juga :