Kementerian PUPR Survei Lokasi Pembangunan Bendungan Rongkong
Kamis, 14 Januari 2021 - 08:10 WIB
loading...
Ketua Tim Survei Lokasi Pembangunan DAM Rongkong Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bambang Adi Rianto (kiri) saat menemui Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Rabu (13/1/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU UTARA - Tim Survei Lokasi Pembangunan DAM Rongkong Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengunjungi Kabupaten Luwu Utara , Rabu (13/1/2021).
Kunjungan tersebut dalam rangka Survei dan Pendataan Lokasi Pembangunan DAM (bendungan) Rongkong di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara . Tim ini dipimpin Bambang Adi Rianto.
Usai menemui Bupati Luwu Utara, Bambang Adi Rianto menyebutkan kunjungan Tim Survei Kementerian PUPR ini dalam rangka melakukan survei pendataan lokasi rencana pembangunan bendungan Rongkong.
“Hari ini kita menemui ibu Bupati untuk memohon dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara demi kelancaran pelaksanaan kegiatan kami di lapangan,” kata Bambang.
Ia mengungkapkan, studi kelayakan pembangunan bendungan Rongkong sudah dilakukan sejak 2013 yang lalu. Namun, karena berbagai dinamika dan kendala yang ditemui di lapangan, rencana pembangunan bendungan ini menjadi terhambat.
“Nah, kami kembali ditunjuk untuk mereviu hasil studi kelayakan tersebut, di mana sekarang sudah pada tahap perencanaan detail dengan 6 alternatif, yaitu Tandung 1, Tandung 2, Tandung 3 serta Binuang 1, Binuang 2 dan Binuang 3,” jelasnya.
Kunjungan tersebut dalam rangka Survei dan Pendataan Lokasi Pembangunan DAM (bendungan) Rongkong di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara . Tim ini dipimpin Bambang Adi Rianto.
Usai menemui Bupati Luwu Utara, Bambang Adi Rianto menyebutkan kunjungan Tim Survei Kementerian PUPR ini dalam rangka melakukan survei pendataan lokasi rencana pembangunan bendungan Rongkong.
“Hari ini kita menemui ibu Bupati untuk memohon dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara demi kelancaran pelaksanaan kegiatan kami di lapangan,” kata Bambang.
Ia mengungkapkan, studi kelayakan pembangunan bendungan Rongkong sudah dilakukan sejak 2013 yang lalu. Namun, karena berbagai dinamika dan kendala yang ditemui di lapangan, rencana pembangunan bendungan ini menjadi terhambat.
“Nah, kami kembali ditunjuk untuk mereviu hasil studi kelayakan tersebut, di mana sekarang sudah pada tahap perencanaan detail dengan 6 alternatif, yaitu Tandung 1, Tandung 2, Tandung 3 serta Binuang 1, Binuang 2 dan Binuang 3,” jelasnya.
Lihat Juga :