Dandim Blitar Letkol ARH Dian Musrianto Meninggal Terpapar COVID-19
Jum'at, 08 Januari 2021 - 20:45 WIB
loading...
Dandim 0808 Blitar, Letkol ARH Dian Musrianto meninggal dunia di RSPAD Soepraoen Malang Jumat (8/1/2021) sore. Foto/Ist
A
A
A
BLITAR - Komandan Kodim (Dandim) 0808 Blitar , Letkol ARH Dian Musrianto meninggal dunia di RSPAD Soepraoen, Malang Jumat (8/1/2021) sore. Letkol Dian meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif COVID-19 . "Iya Covid (positif COVID-19). Info yang saya dapat dari gugus COVID-19 demikian," ujar Wali Kota Blitar, Santoso kepada SINDOnews, Jumat malam (8/1/2021).
(Baca juga: PPKM Berbeda dengan PSBB, Plt Wali Kota Surabaya: Warga Tidak Perlu Trauma)
Sementara dalam pesan WA yang beredar, disebutkan almarhum meninggal dunia karena sakit pneumonia. Letkol Dian dirawat di RSPAD Malang sejak 29 Desember 2020. Kabar yang diterima Santoso, jenazah akan lebih dulu dibawa ke rumah dinas di Blitar untuk disalati. Setelah itu baru diberangkatkan menuju Yogyakarta, yakni tempat tinggal almarhum.
(Baca juga: Masyarakat Jateng Diajak Bertahan di Rumah 1 Bulan, Ganjar: Kita Mesti Berkorban)
Santoso yang masih berada di Pare, Kediri dalam rangka menjenguk saudara sakit, berharap protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik. Sesuai protokol, biasanya jenazah langsung dibawa ke rumah duka, dan langsung ditindaklanjuti dengan proses pemakaman. "Infonya disolatkan di rumah dinas. Tapi biasanya protokoler langsung dibawa Ke rumah duka (Yogyakarta)," terang Santoso.
(Baca juga: PPKM Berbeda dengan PSBB, Plt Wali Kota Surabaya: Warga Tidak Perlu Trauma)
Sementara dalam pesan WA yang beredar, disebutkan almarhum meninggal dunia karena sakit pneumonia. Letkol Dian dirawat di RSPAD Malang sejak 29 Desember 2020. Kabar yang diterima Santoso, jenazah akan lebih dulu dibawa ke rumah dinas di Blitar untuk disalati. Setelah itu baru diberangkatkan menuju Yogyakarta, yakni tempat tinggal almarhum.
(Baca juga: Masyarakat Jateng Diajak Bertahan di Rumah 1 Bulan, Ganjar: Kita Mesti Berkorban)
Santoso yang masih berada di Pare, Kediri dalam rangka menjenguk saudara sakit, berharap protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik. Sesuai protokol, biasanya jenazah langsung dibawa ke rumah duka, dan langsung ditindaklanjuti dengan proses pemakaman. "Infonya disolatkan di rumah dinas. Tapi biasanya protokoler langsung dibawa Ke rumah duka (Yogyakarta)," terang Santoso.
Lihat Juga :