Sepuluh Bulan Dilanda Pandemi, Stok Darah PMI Bandung Barat Turun 20%
Jum'at, 08 Januari 2021 - 19:36 WIB
loading...
Ketua Palang Merah Indonesia KBB, Djunaedi. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Selama pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) , Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan 20%.
PMI KBB memberlakukan kebijakan baru, yakni setiap masyarakat yang perlu darah diwajibkan membawa serta anggota keluarganya untuk dijadikan pendonor darah.
(Baca juga: Ada Delapan Kampung Donor Berdiri di KBB, Warga Kian Mudah Sumbangkan Darah)
"Istilah kami adalah donor darah pengganti. Jadi yang perlu darah, mereka membawa keluarga atau kerabatnya untuk jadi pendonor. Golongan darahnya bebas, tidak harus sama," terang Ketua PMI KBB, Djunaedi, Jumat (8/1/2021).
(Baca juga: Banyak WNA Bandel Prokes Jadi Sorotan Jelang Pembatasan di Bali)
PMI KBB memberlakukan kebijakan baru, yakni setiap masyarakat yang perlu darah diwajibkan membawa serta anggota keluarganya untuk dijadikan pendonor darah.
(Baca juga: Ada Delapan Kampung Donor Berdiri di KBB, Warga Kian Mudah Sumbangkan Darah)
"Istilah kami adalah donor darah pengganti. Jadi yang perlu darah, mereka membawa keluarga atau kerabatnya untuk jadi pendonor. Golongan darahnya bebas, tidak harus sama," terang Ketua PMI KBB, Djunaedi, Jumat (8/1/2021).
(Baca juga: Banyak WNA Bandel Prokes Jadi Sorotan Jelang Pembatasan di Bali)
Lihat Juga :