Pemkot Blitar Putus Ratusan Tenaga Outsourcing secara Mendadak
Selasa, 05 Januari 2021 - 22:16 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tiba-tiba memutus kontrak kerja ratusan tenaga outsourcing yang selama ini bekerja di lingkungan Pemkot Blitar. Tidak sedikit dari mereka yang dirumahkan itu menduga pemutusan sepihak tersebut imbas dari Pilkada 2020 lalu.
"Infonya karena tenaga outsourcing dianggap orangnya Pak Samanhudi (Mantan Wali Kota Blitar)," ujar salah satu outsourcing yang karena alasan keamanan tidak bersedia menyebut identitas, Selasa (5/1/2021). Samanhudi atau Muh Samanhudi Anwar adalah mantan Wali Kota Blitar yang terjaring OTT KPK tahun 2018. (Baca juga: Milad 63 Tahun, Uhamka Berikan Bantuan ke Ratusan Pegawai Outsourcing)
Pada Pilkada 2020, putra Samanhudi, yakni Henry Pradipta Anwar maju sebagai calon Wali Kota Blitar melawan calon Wali Kota Blitar petahana Santoso. Henry yang berpasangan dengan Yasin Hermanto, Ketua DPC PKB Kota Blitar, kalah.
Sementara tenaga outsourcing tersebut dinilai sebagai loyalis Samanhudi Anwar. Pada Pilkada 2020 lalu, mereka dianggap mendukung pasangan Henry-Yasin. Spekulasi yang berkembang, begitu pasangan petahana Santoso-Tjutjuk Soenario yang menang, kontrak kerja outsourcing langsung dihentikan.
"Padahal tidak semua tenaga outsourching ikut berpolitik. Tidak semua menjadi tim sukses dan sebagainya," terang salah satu tenaga outsourcing yang tidak lagi bekerja. Tenaga outsourcing di Pemkot Blitar tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Diantarannya Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Umum serta sejumlah OPD lain.
"Infonya karena tenaga outsourcing dianggap orangnya Pak Samanhudi (Mantan Wali Kota Blitar)," ujar salah satu outsourcing yang karena alasan keamanan tidak bersedia menyebut identitas, Selasa (5/1/2021). Samanhudi atau Muh Samanhudi Anwar adalah mantan Wali Kota Blitar yang terjaring OTT KPK tahun 2018. (Baca juga: Milad 63 Tahun, Uhamka Berikan Bantuan ke Ratusan Pegawai Outsourcing)
Pada Pilkada 2020, putra Samanhudi, yakni Henry Pradipta Anwar maju sebagai calon Wali Kota Blitar melawan calon Wali Kota Blitar petahana Santoso. Henry yang berpasangan dengan Yasin Hermanto, Ketua DPC PKB Kota Blitar, kalah.
Sementara tenaga outsourcing tersebut dinilai sebagai loyalis Samanhudi Anwar. Pada Pilkada 2020 lalu, mereka dianggap mendukung pasangan Henry-Yasin. Spekulasi yang berkembang, begitu pasangan petahana Santoso-Tjutjuk Soenario yang menang, kontrak kerja outsourcing langsung dihentikan.
"Padahal tidak semua tenaga outsourching ikut berpolitik. Tidak semua menjadi tim sukses dan sebagainya," terang salah satu tenaga outsourcing yang tidak lagi bekerja. Tenaga outsourcing di Pemkot Blitar tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Diantarannya Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Umum serta sejumlah OPD lain.
Lihat Juga :