Vaksinasi COVID-19 Kewajiban Warga Negara, Ridwan Kamil: Bukan Hak atau Pilihan
Rabu, 06 Januari 2021 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, dalam vaksinasi COVID-19 tahap awal dengan prioritas tenaga kesehatan ini, Provinsi Jabar menerima jatah vaksin Covid-19 yang dibeli pemerintah pusat sekitar 90.000 dosis atau hanya cukup untuk sekitar 45.000 tenaga kesehatan. “Padahal, tenaga kesehatan kita ada 150.000. Di tahap dua, kita akan berikan ke semua tenaga kesehatan," katanya.
Menurut Kang Emil, untuk menciptakan kekebalan imunitas kelompok (herd immunity), Jabar membutuhkan sedikitnya 67 juta dosis vaksin Covid-19 yang diperuntukkan bagi sekitar 33,5 juta warganya. Dengan kapasitas vaksinator yang kini hanya sekitar 11.000 orang, maka vaksinasi di Jabar bakal selesai dalam waktu 15 bulan.
“Tapi kami mencoba menargetkan bisa beres selama 6 bulan dengan syarat jumlah titik vaksinasi bisa dua kali lipat dan vaksinator mendekati 20.000, sekarang punya 11.000-an vaksinator yang sudah dilatih. Dengan begitu, akan terjadi herd immunity dan pemulihan ekonomi lebih cepat,” ungkap dia. (Baca Juga: Dramatis Detik-detik Kecelakaan yang Menewaskan Chacha Trio Macan saat Terekam Video Amatir)
Kang Emil menambahkan, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bakal mulai diproduksi mulai Februari hingga September 2021 mendatang sebanyak 120 juta dosis. “Dari 400-an juta (dosis vaksin COVID-19 yang dibutuhkan Indonesia), 120 jutanya diproduksi di Bandung dimana saya dan Forkopimdana jadi relawan,” tandasnya.
Menurut Kang Emil, untuk menciptakan kekebalan imunitas kelompok (herd immunity), Jabar membutuhkan sedikitnya 67 juta dosis vaksin Covid-19 yang diperuntukkan bagi sekitar 33,5 juta warganya. Dengan kapasitas vaksinator yang kini hanya sekitar 11.000 orang, maka vaksinasi di Jabar bakal selesai dalam waktu 15 bulan.
“Tapi kami mencoba menargetkan bisa beres selama 6 bulan dengan syarat jumlah titik vaksinasi bisa dua kali lipat dan vaksinator mendekati 20.000, sekarang punya 11.000-an vaksinator yang sudah dilatih. Dengan begitu, akan terjadi herd immunity dan pemulihan ekonomi lebih cepat,” ungkap dia. (Baca Juga: Dramatis Detik-detik Kecelakaan yang Menewaskan Chacha Trio Macan saat Terekam Video Amatir)
Kang Emil menambahkan, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bakal mulai diproduksi mulai Februari hingga September 2021 mendatang sebanyak 120 juta dosis. “Dari 400-an juta (dosis vaksin COVID-19 yang dibutuhkan Indonesia), 120 jutanya diproduksi di Bandung dimana saya dan Forkopimdana jadi relawan,” tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :