Warga Blitar Cemaskan Efek Samping Vaksin COVID-19
Selasa, 05 Januari 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya kampanye tentang protokol kesehatan. Tetapi juga sosialisasi ke masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 dipastikan aman bagi kesehatan. "Biar warga masyarakat juga tidak ragu dalam menjalankan vaksinasi," tambah Nur Hidayah. Hal berbeda disampaikan Atmaja (47), warga Kecamatan Wonodadi. Ia menyatakan siap mengikuti program vaksinasi massal COVID-19.
Atmaja percaya, vaksin yang dipakai pemerintah sudah melalui uji klinis yang aman bagi kesehatan. "Tentunya negara tidak akan mencelakai rakyatnya. Lagipula kita semua tidak bisa terus menerus dalam situasi pandemi COVID-19," tegas Atmaja. Sementara Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan vaksin COVID-19.
Sebab vaksin yang akan disuntikkan massal tersebut telah melalui uji klinis para ahli kesehatan. "Tidak perlu merasa khawatir. Vaksin sudah melalui uji para ahli," ujar Krisna Yekti. Dalam pelaksanaan vaksinasi nanti, satgas juga akan lebih dulu memprioritaskan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan petugas pelayanan umum. Pada tahap pertama nanti, kata Krisna Yekti, Kabupaten Blitar akan mendapat 4.268 vaksin. (Bac juga: Cerita Polisi Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac dari Soetta hingga Biofarma)
Vaksin pertama tersebut lebih dulu untuk tenaga kesehatan yang berjumlah 4.644 orang. "Habis nakes TNI, Polri, orang orang yang melayani masyarakat dan baru masyarakat umum," kata Krisna Yekti. Dalam pelaksanaan vaksinasi massal tersebut, Pemkab Blitar telah menyiapkan 32 fasilitas kesehatan. Faskes tersebut diantaranya rumah sakit negeri dan swasta, puskesmas serta klinik kesehatan yang dinilai memadai.
Dari hasil vidcon (video confrence) dengan kemendagri hari ini, vaksinasi massal di tingkat Kabupaten baru akan dilaksanakan setelah Presiden Joko Widodo melakukan vaksinasi pada 13 Januari mendatang. "Kalau tadi menurut vidcon kemendagri, itu kan simbolis pertama tanggal 13 (Januari) Pak Presiden (Joko Widodo), harapan beliau tanggal 14 di tingkat provinsi dan 15 baru di tingkat kabupaten," kata Krisna Yekti.
Atmaja percaya, vaksin yang dipakai pemerintah sudah melalui uji klinis yang aman bagi kesehatan. "Tentunya negara tidak akan mencelakai rakyatnya. Lagipula kita semua tidak bisa terus menerus dalam situasi pandemi COVID-19," tegas Atmaja. Sementara Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan vaksin COVID-19.
Sebab vaksin yang akan disuntikkan massal tersebut telah melalui uji klinis para ahli kesehatan. "Tidak perlu merasa khawatir. Vaksin sudah melalui uji para ahli," ujar Krisna Yekti. Dalam pelaksanaan vaksinasi nanti, satgas juga akan lebih dulu memprioritaskan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan petugas pelayanan umum. Pada tahap pertama nanti, kata Krisna Yekti, Kabupaten Blitar akan mendapat 4.268 vaksin. (Bac juga: Cerita Polisi Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac dari Soetta hingga Biofarma)
Vaksin pertama tersebut lebih dulu untuk tenaga kesehatan yang berjumlah 4.644 orang. "Habis nakes TNI, Polri, orang orang yang melayani masyarakat dan baru masyarakat umum," kata Krisna Yekti. Dalam pelaksanaan vaksinasi massal tersebut, Pemkab Blitar telah menyiapkan 32 fasilitas kesehatan. Faskes tersebut diantaranya rumah sakit negeri dan swasta, puskesmas serta klinik kesehatan yang dinilai memadai.
Dari hasil vidcon (video confrence) dengan kemendagri hari ini, vaksinasi massal di tingkat Kabupaten baru akan dilaksanakan setelah Presiden Joko Widodo melakukan vaksinasi pada 13 Januari mendatang. "Kalau tadi menurut vidcon kemendagri, itu kan simbolis pertama tanggal 13 (Januari) Pak Presiden (Joko Widodo), harapan beliau tanggal 14 di tingkat provinsi dan 15 baru di tingkat kabupaten," kata Krisna Yekti.
(don)
Lihat Juga :