Proses Belajar Mengajar di Sulut Tetap Ikut SKB 4 Menteri

Senin, 04 Januari 2021 - 16:35 WIB
loading...
Proses Belajar Mengajar...
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara (Sulut), dr Grace Punuh. Foto: Okezone/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Proses belajar mengajar di Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut ) masih mengikuti Surat Kesepakatan Bersama (SKB) Empat Menteri terkait pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 yang memberikan kewenangan pembukaan satuan pendidikan kepada kepala daerah masing-masing.

SKB yang dimaksud adalah SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19 .

Aturan yang diumumkan 20 November 2020 itu juga memuat panduan lengkap PTM semester genap tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 mulai dari tahapan perizinan, prosedur hingga prasyarat dan protokol kesehatan yang wajib dijalankan. (Baca Juga: Hanya 6% Orang Tua yang Setuju, Pemkot Cimahi Tangguhkan Rencana Sekolah Tatap Muka)

“Sudah ada surat edaran mendagri, surat edaran gubernur dan ditindaklanjuti oleh juknis, jadi kita berpatokan di situ saja. Jadi kegiatan belajar mengajar masih mengikuti SKB empat menteri yang terakhir, itu saja jadi tinggal menyesuaikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulut dr Grace Punuh, Senin (4/1/2021).

Namun menurutnya, melihat gambaran situasi COVID-19 di 15 Kabupaten Kota di Sulut masih zona oranye dan zona merah maka proses belajar mengajar tinggal mengikuti surat edaran gubernur dan petunjuk teknis (Juknis) Kadis Pendidikan Sulut.

“Mengikuti dalam hal surat edaran gubernur, juknis kadis itu sudah jelas, jadi fleksibel, tapi tetap benteng terakhir itu tetap surat rekomendasi dari orangtua siswa apakah mengijinkan atau tidak," ujar Grace Punuh. (Baca Juga: Sekolah Tatap Muka di Kota Surabaya Bakal Digelar, Ini Skemanya)

Kalau pun nantinya akan dilakukan pembelajaran tatap muka, ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi, mulai dari siswa berangkat dari rumah seperti apa, dia naik kendaraan, jalan kaki sampai di sekolah dan dia membawa bekal dari rumah karena tidak ada kantin di sekolah. “Itu kalau dia sudah berjalan (tatap muka), tapi inikan kita harapkan karena masih situasi demikian tinggal sekolah menyesuaikan," tuturnya.

Menurut Grace, dari hasil vicon bersama Menteri dan BNPB tadi malam, Grace mengatakan bahwa tetap ada simulasi dari sekolah sebelum melalukan pembelajaran tatap muka atau luring dan itu wajib dilakukan simulasi. (Baca Juga: Baru Jabat Wakil Dekan 2 Hari, Dosen Unpad Dicopot Dari Jabatannya Karena Pernah Jadi Pengurus HTI)

“Jadi setiap sekolah wajib ada simulasi karena beda, misalnya simulasi di SMA Negeri 1 Manado dengan siswa di SMA negeri misalnya di Melonguane, itu wajib ada simulasi, ada videonya dan itu orangtua harus perhatikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu menurut dia, pembelajaran di sekolah berjalan kombinasi, daring dan luring. Sistem itu menyesuaikan karena yang lebih tahu situasi di kabupaten kota daerah masing-masing, jadi bisa kombinasi, bisa saja ada daring dan luring dan juga mungkin ada guling atau guru keliling.

Lebih lanjut mejurut Grace, kalau pun ada sekolah di Sulut yang sudah atau akan melakukan pembelajaran tatap muka, pasti sudah melewati tahap-tahap dan pasti sudah ada pemberitahuan ke Dinas Pendidikan Sulut. (Baca Juga: Polisi Periksa 7 Terduga dalam Kasus Suami yang Ditikam saat Cari Istrinya)

“Kalau tidak ada itu akan kena sanksi jadi kalau sekolah sudah siap pasti akan ada pemberitahuan ke dinas pendidikan kalau sudah siap tanggal berapa dan jam berapa itu pasti, kalau tidak ada kami ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kalau tanpa diketahui oleh dinas pendidikan dan sampai sekarang belum ada yang melapor kalau sudah siap," pungkasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
Gempa Magnitudo 5.1...
Gempa Magnitudo 5.1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara, Kedalaman 130 Km
Transformasi Pendidikan,...
Transformasi Pendidikan, Pemkot Tangsel Bangun SDN Sawah 01 dengan Fasilitas Modern
Baznas Bagikan 20.000...
Baznas Bagikan 20.000 Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban Banjir Sumatera
Jelang Semester Baru,...
Jelang Semester Baru, Pembersihan Sekolah Pascabencana di Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang Dikebut
Wagub Sulut Apresiasi...
Wagub Sulut Apresiasi Bea Cukai Sulbagtara Amankan 1 Ton Barang Ilegal
7 Menteri Teken SKB,...
7 Menteri Teken SKB, Indonesia Kini Miliki Panduan Teknologi Digital dan AI
Jam Belajar di Jakarta...
Jam Belajar di Jakarta selama Ramadan Disesuaikan, Paling Lambat Pulang Pukul 14.00 WIB
Pascabencana, Sekolah...
Pascabencana, Sekolah di Aceh Utara Kembali Beraktivitas Awal Januari 2026
Rekomendasi
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Berita Terkini
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved