Tekan COVID-19, Mahasiswa Minta Khofifah Tingkatkan Koordinasi
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:11 WIB
loading...
Kelompok mahasiswa dari Cipayung Plus Jatim meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meningkatkan koordinasi antar kepala daerah agar mampu menekan wabah COVID-19. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa diminta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar kepala daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sehingga, kebijakan tersebut bisa efektif dalam menekan penyebaran COVID-19.
Permintaan itu disuarakan sejumlah elemen mahasiswa yang mengatasnamakan kelompok Cipayung Plus Jatim.
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim, Nabrisi Rohid, menilai selama masa PSBB, tidak ada koordinasi yang baik antara Pemprov Jatim dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Pemkot di wilayah Surabaya Raya.
Bahkan, kata dia, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya terlihat saling menyalahkan. "Ini kan berbahaya dalam mengurus COVID-19," kata dia, Kamis (14/5/2020).
Harusnya, kata dia, Gubernur Jatim bisa merangkul dan mengajak komunikasi daerah-daerah yang kesulitan menangani COVID-19. Menurutnya, di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, semua elemen pemerintah harus saling gotong-royong. (Baca juga: Pandemi COVID-19 Tekan Ekonomi Jatim )
“Pemprov jangan sampai kalah sama masyarakat. Masyarakat sudah gotong royong menggalang donasi. Tidak usah saling menyalahkan. Lebih baik fokus mengurus COVID-19," kata Naha sapaan akrabnya.
Sehingga, kebijakan tersebut bisa efektif dalam menekan penyebaran COVID-19.
Permintaan itu disuarakan sejumlah elemen mahasiswa yang mengatasnamakan kelompok Cipayung Plus Jatim.
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim, Nabrisi Rohid, menilai selama masa PSBB, tidak ada koordinasi yang baik antara Pemprov Jatim dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Pemkot di wilayah Surabaya Raya.
Bahkan, kata dia, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya terlihat saling menyalahkan. "Ini kan berbahaya dalam mengurus COVID-19," kata dia, Kamis (14/5/2020).
Harusnya, kata dia, Gubernur Jatim bisa merangkul dan mengajak komunikasi daerah-daerah yang kesulitan menangani COVID-19. Menurutnya, di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, semua elemen pemerintah harus saling gotong-royong. (Baca juga: Pandemi COVID-19 Tekan Ekonomi Jatim )
“Pemprov jangan sampai kalah sama masyarakat. Masyarakat sudah gotong royong menggalang donasi. Tidak usah saling menyalahkan. Lebih baik fokus mengurus COVID-19," kata Naha sapaan akrabnya.
Lihat Juga :