COVID-19 Kian Mengkawatirkan, Ini Kata Pakar Kesehatan Ubaya
Senin, 04 Januari 2021 - 02:41 WIB
loading...
A
A
A
Heru menjelaskan, COVID-19 berpotensi berbahaya karena mudah sekali menular. Penularan bisa melalui droplet dan airborne, melalui batuk, bersin, bahkan saat berbicara. COVID-19 juga berpotensi melekat pada permukaan perabot yang kemudian tersentuh tangan, dan menyentuh area T di muka (area kedua mata, hidung dan mulut) sehingga masuk ke dalam tubuh.
"Inilah alasan kenapa kita disarankan sering cuci tangan dengan bersabun secara benar dan menghindari menyentuh muka, terutama area T tadi," kata dia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini menegaskan, kebijakan PSBB hingga lockdown bahkan vaksinasi belum tentu bisa menjamin wabah Covid-19 bisa langsung sirna. Salah satu solusi untuk membendung laju penularan Covid-19 adalah adanya kesadaran bersama di tengah-tengah masyarakat. Terutama ketaatan penerapan protokol kesehatan seperti 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
"Penyakit ini memerlukan disiplin semua anggota masyarakat. Tidak bisa hanya sebagian saja, sedangkan sebagian lain seakan acuh dengan protokol Kesehatan. Kalau kita sendiri tidak bisa disiplin, bagaimana kita bisa mengharap penyakit ini sirna," kata dia.
PSBB, kata dia, hanyalah upaya agar mata rantai penularan berhenti. Setelah 14 hingga 21 hari virus akan di-wash out oleh kekebalan tubuh. Tetapi, bila kemudian menulari penderita lain, maka siklus penularan seakan direset mulai ke 0.
"Inilah alasan kenapa kita disarankan sering cuci tangan dengan bersabun secara benar dan menghindari menyentuh muka, terutama area T tadi," kata dia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini menegaskan, kebijakan PSBB hingga lockdown bahkan vaksinasi belum tentu bisa menjamin wabah Covid-19 bisa langsung sirna. Salah satu solusi untuk membendung laju penularan Covid-19 adalah adanya kesadaran bersama di tengah-tengah masyarakat. Terutama ketaatan penerapan protokol kesehatan seperti 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
"Penyakit ini memerlukan disiplin semua anggota masyarakat. Tidak bisa hanya sebagian saja, sedangkan sebagian lain seakan acuh dengan protokol Kesehatan. Kalau kita sendiri tidak bisa disiplin, bagaimana kita bisa mengharap penyakit ini sirna," kata dia.
PSBB, kata dia, hanyalah upaya agar mata rantai penularan berhenti. Setelah 14 hingga 21 hari virus akan di-wash out oleh kekebalan tubuh. Tetapi, bila kemudian menulari penderita lain, maka siklus penularan seakan direset mulai ke 0.
Lihat Juga :