Di Tengah Pandemi COVID-19, Laba Jamsyar Tumbuh 17,23 Persen
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
Yaitu skenario jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendek dengan asumsi pandemi COVID-19 akan berakhir Juni dan pada Juli kegiatan ekonomi sudah normal kembali.
Kemudian, skenario 2 adalah pandemi COVID-19 berakhir September dan aktivitas ekonomi baru berjalan Oktober. Skenario ketiga adalah jika pandemi COVID-19 baru berakhir hingga akhir tahun 2020.
Dalam skenario moderat, Jamsyar mengasumsikan pandemi COVID-19 berakhir pada bulan September 2020, dan perusahaan berjalan normal kembali pada Oktober 2020. Sesuai dengan asumsi tersebut, maka IJK Cash Basis ditargetkan mencapai Rp318 miliar dari target semula sebesar Rp400 miliar (79,50%).
Pada skenario ini, beban klaim diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp114 miliar dari anggaran semula sebesar Rp93,5 miliar (121,93%). Atas klaim tersebut, diharapkan Jamsyar mendapatkan recovery sebesar Rp 34,9 miliar. Pendapatan investasi juga diproyeksikan menjadi sebesar Rp55,5 miliar dari target semula Rp58,5 miliar (94,87%).
Untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan dan peningkatan beban klaim, maka Jamsyar melakukan efisiensi biaya, berupa beban operasional dan beban umum serta administrasi. Dengan upaya tersebut, diharapkan laba tahun berjalan mencapai Rp40 miliar dari target semula sebesar Rp53 miliar (75,47%).
Meskipun menurun dari target, namun laba tersebut tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp36,5 miliar atau tumbuh sebesar 9,59%.
Kemudian, skenario 2 adalah pandemi COVID-19 berakhir September dan aktivitas ekonomi baru berjalan Oktober. Skenario ketiga adalah jika pandemi COVID-19 baru berakhir hingga akhir tahun 2020.
Dalam skenario moderat, Jamsyar mengasumsikan pandemi COVID-19 berakhir pada bulan September 2020, dan perusahaan berjalan normal kembali pada Oktober 2020. Sesuai dengan asumsi tersebut, maka IJK Cash Basis ditargetkan mencapai Rp318 miliar dari target semula sebesar Rp400 miliar (79,50%).
Pada skenario ini, beban klaim diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp114 miliar dari anggaran semula sebesar Rp93,5 miliar (121,93%). Atas klaim tersebut, diharapkan Jamsyar mendapatkan recovery sebesar Rp 34,9 miliar. Pendapatan investasi juga diproyeksikan menjadi sebesar Rp55,5 miliar dari target semula Rp58,5 miliar (94,87%).
Untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan dan peningkatan beban klaim, maka Jamsyar melakukan efisiensi biaya, berupa beban operasional dan beban umum serta administrasi. Dengan upaya tersebut, diharapkan laba tahun berjalan mencapai Rp40 miliar dari target semula sebesar Rp53 miliar (75,47%).
Meskipun menurun dari target, namun laba tersebut tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp36,5 miliar atau tumbuh sebesar 9,59%.
(nth)