2020, Kredit Perbankan Sulut Tumbuh Positif di Tengah Pandemi COVID-19

Sabtu, 02 Januari 2021 - 10:52 WIB
loading...
2020, Kredit Perbankan...
2020, Kredit Perbankan Sulut Tumbuh Positif di Tengah Pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews/Subhan
A A A
MANADO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutgomalut) mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) hingga Oktober 2020 positif di tengah pandemi COVID-19.

Secara Year on Year (YoY), kredit perbankan Sulut tumbuh 0,68 persen, sementara secara Year to Date (ytd), tumbuh 0,54 persen.

Kepala OJK Sulutgomalut, Darwisman mengatakan, pada bulan Oktober 2019, kredit yang disalurkan bank umum di Sulut sebesar Rp40,63 triliun dan pada bulan Desember 2019 sebesar Rp40,7 triliun. Sementara pada bulan Oktober 2020, kredit yang disalurkan naik menjadi Rp41 triliun.

“Pada masa pandemi COVID-19 ini, kredit perbankan di Sulawesi Utara masih mengalami pertumbuhan positif, walaupun sangat kecil. Namun pertumbuhan ini masih bagus jika dibandingkan dengan daerah lain yang mengalami pertumbuhan negatif,” kata Darwisman, Sabtu (2/1/2021).

Pertumbuhan kredit yang positif walaupun kecil ini menurut Darwisman menandakan pengusaha di Sulut tetap beraktivitas.

Walaupun memang ia mengatakan porsi kredit terbesar di Sulut masih didominasi oleh sektor Konsumsi. Sementara investasi dan modal kerja belum terlalu besar.

“Jika ditotal, kredit untuk sektor investasi dan modal kerja baru sekitar 40 persen. Hal ini perlu didorong lagi agar pertumbuhan kredit di sektor ini dapat lebih tinggi lagi,” kata Darwisman yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank 1 OJK ini.

Selain mendorong kredit di sektor investasi dan modal kerja, ia juga mengatakan perlunya meningkatkan kredit untuk UMKM. Sebab di Sulut memiliki banyak UMKM sehingga jika dikembangkan akan meningkatkan perekonomian Sulut.

Mantan Kepala OJK Jambi dan Sumatera Barat ini juga melihat LDR (Loan to Deposit Ratio) di Sulut yang tinggi perlu menjadi perhatian.

Sebab LDR yang tinggi menandakan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau dana yang dihimpun perbankan di Sulut tidak cukup untuk membiayai kredit. Akibatnya, bank harus meminjam dana dari kantor pusat untuk memenuhi permintaan kredit di Sulut.

“Idealnya, antara DPK dan LDR itu seimbang. Bahkan DPK harus lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan LDR. Tetapi yang terjadi di Sulut, DPK 31 triliun rupiah, sementara kredit yang disalurkan 42 triliun rupiah. Itu berarti Sulut defisit 1 triliun rupiah untuk menyalurkan kredit,” jelasnya.

(Baca juga: GP Ansor Minsel Dukung Sikap Tegas Pemerintah Terkait Larangan Kegiatan FPI)

Untuk Non Performing Loan (NPL) di Sulut tercatat stabil dan masih berada pada posisi yang aman. Pada Oktober 2020, NPL Sulut tercatat 3,44 persen, sedikit mengalami kenaikan dibanding Oktober 2020 yang sebesar 3,34 persen.

(Baca juga: Aiptu Suban Terima Kunci Rumah, Hadiah Tahun Baru dari Kapolresta Manado)

Sementara Aset perbankan di Sulut menurut Darwisman mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yakni mencapai 12,07 persen (ytd) atau dari Januari Hingga Oktober 2020, dan tumbuh 10,60 persen secara YoY.

Pada Oktober 2019, Aset perbankan Sulut sebesar Rp63,42 triliun dan pada Desember 2019 Rp62,6 triliun. Sedangkan pada Oktober 2020, naik menjadi Rp70,14 triliun.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tumbuh Kuat
BATFEST 2025 Digelar...
BATFEST 2025 Digelar Gratis di Kalsel, Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Rekomendasi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved