Sukses Pelopori Menanam Kopi di Lereng Bromo, Serka Heri Sempat Jadi Korban Longsor
Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Dari sekian tanaman, akhirnya dipilihkopi sebagai penghijau kembali hutan karena nilai ekonomisnya yang terbilang cukup tinggi. "Kami mengambil salah satu contoh di kopi. Kopi itu kan buahnya di atas. Kopi itu menghijaukan, tapi hasilnya ada," ujarnya. (Baca: Seorang Anak di Cirebon Tewas Terseret Aliran Sungai Deras).
Terhitung sejak Januari 2011, masyarakat Desa Taji di lereng GunungBromo mulai menanam kopi seiring dengan awal masa dinas dia sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di kawasan berhawa sejuk itu. Kini, masyarakat sudah mulai memetik hasilnya, di antaranyaSujarwo Sudiyono, petani kopi Desa Taji yang mengaku banyak mendapatkan motivasi dari dia.
Pada waktu pertemuan dengan warga, Serka Heri berhasil meyakinkan keuntungan menanam kopi dibandingkan varietas tanaman lainnya, di samping kegunaan utamanya untuk melestarikan alam. (Baca: COVID-19 Renggut 34 Nyawa di Tarakan Kalimantan Utara).
Sudiyono mengakui kini sudah memiliki 1.000 tanaman kopi yang ditanam di lahan seluas satu hektare dan siap berbuah.
Terhitung sejak Januari 2011, masyarakat Desa Taji di lereng GunungBromo mulai menanam kopi seiring dengan awal masa dinas dia sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di kawasan berhawa sejuk itu. Kini, masyarakat sudah mulai memetik hasilnya, di antaranyaSujarwo Sudiyono, petani kopi Desa Taji yang mengaku banyak mendapatkan motivasi dari dia.
Pada waktu pertemuan dengan warga, Serka Heri berhasil meyakinkan keuntungan menanam kopi dibandingkan varietas tanaman lainnya, di samping kegunaan utamanya untuk melestarikan alam. (Baca: COVID-19 Renggut 34 Nyawa di Tarakan Kalimantan Utara).
Sudiyono mengakui kini sudah memiliki 1.000 tanaman kopi yang ditanam di lahan seluas satu hektare dan siap berbuah.
(nag)
Lihat Juga :