Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
Jum'at, 17 Juli 2026 - 16:39 WIB
loading...
Anggota Komisi IV DPR Sonny T Danaparamita. Foto: Dok DPR
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Sonny T Danaparamita buka suara merespons ribuan titik panas (hotspot) yang mengepung sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan dan Sumatera. Legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini langsung berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sebagai bentuk pengawasan untuk memastikan kesahihan data dan langkah mitigasi darurat di lapangan.
"Begitu melihat pemberitaan hari ini, saya langsung berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan, Bapak Dwi Januanto. Saya meminta agar situasi ini segera diberikan atensi penuh," kata Sonny dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Dari hasil komunikasi tersebut, Sonny mengungkapkan laporan terkini pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan per 16 Juli 2026. Berdasarkan data Dirjen Gakkum, luasan lahan terbakar di Kalsel telah mencapai 383,07 hektare yang terdiri dari 29,44 Ha lahan gambut dan 353,63 Ha lahan mineral.
Baca juga: BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Sementara secara nasional, luasan lahan terbakar dari Januari hingga Juni 2026 telah menembus angka 107.000 hektare. Sonny menjelaskan, meskipun ada ribuan hotspot yang terdeteksi satelit, tidak semuanya merupakan titik api riil (fire spot). Di Kalsel, laporan Dirjen Gakkum mencatat ada 34 hotspot kategori menengah hingga tinggi yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Tapin (13 titik).
"Begitu melihat pemberitaan hari ini, saya langsung berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan, Bapak Dwi Januanto. Saya meminta agar situasi ini segera diberikan atensi penuh," kata Sonny dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Dari hasil komunikasi tersebut, Sonny mengungkapkan laporan terkini pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan per 16 Juli 2026. Berdasarkan data Dirjen Gakkum, luasan lahan terbakar di Kalsel telah mencapai 383,07 hektare yang terdiri dari 29,44 Ha lahan gambut dan 353,63 Ha lahan mineral.
Baca juga: BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Sementara secara nasional, luasan lahan terbakar dari Januari hingga Juni 2026 telah menembus angka 107.000 hektare. Sonny menjelaskan, meskipun ada ribuan hotspot yang terdeteksi satelit, tidak semuanya merupakan titik api riil (fire spot). Di Kalsel, laporan Dirjen Gakkum mencatat ada 34 hotspot kategori menengah hingga tinggi yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Tapin (13 titik).
Lihat Juga :