Pandemi, Penderita Hipertensi dan Jantung di Jabar Butuh Perhatian Ekstra
Rabu, 30 Desember 2020 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah tersebut melampaui jumlah rata-rata penderita hipertensi dan Jantung di tingkat nasional. Tercatat, di tingkat nasional, jumlah penderita hipertensi mencapai 8,36 persen dan jantung 1,5 persen. (Baca: Selingkuh Lewat Medsos Jadi Pemicu Tingginya KDRT di Purwakarta).
Menurut Uu, PTM, khususnya yang menjadi komorbid dalam kasus COVID-19 lebih berbahaya karena meningkatkan risiko kematian pasien COVID-19. "Yang berbahaya adalah mereka yang sudah memiliki PTM dan terkena COVID-19," katanya.
Oleh karenanya, Uu kembali mengingatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jabar untuk tidak mengabaikan penanganan PTM di tengah-tengah penanganan COVID-19. "Karena memang ini yang paling berbahaya," imbuhnya. (Baca: Polresta Barelang Bubarkan Rencana Demo FSPMI Kota Batam).
Uu juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan COVID-19, termasuk PTM untuk menekan risiko kematian. "Sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan, sekuat apapun legalitas sebagai pemerintah, serta setinggi apapun tanggung jawab dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kalau tidak ada kolaborasi dan kebersamaan hasilnya nihil. Tidak akan ada hasil yang bermanfaat," tandas Uu.
Menurut Uu, PTM, khususnya yang menjadi komorbid dalam kasus COVID-19 lebih berbahaya karena meningkatkan risiko kematian pasien COVID-19. "Yang berbahaya adalah mereka yang sudah memiliki PTM dan terkena COVID-19," katanya.
Oleh karenanya, Uu kembali mengingatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jabar untuk tidak mengabaikan penanganan PTM di tengah-tengah penanganan COVID-19. "Karena memang ini yang paling berbahaya," imbuhnya. (Baca: Polresta Barelang Bubarkan Rencana Demo FSPMI Kota Batam).
Uu juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan COVID-19, termasuk PTM untuk menekan risiko kematian. "Sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan, sekuat apapun legalitas sebagai pemerintah, serta setinggi apapun tanggung jawab dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kalau tidak ada kolaborasi dan kebersamaan hasilnya nihil. Tidak akan ada hasil yang bermanfaat," tandas Uu.
(nag)
Lihat Juga :