Pandemi, Penderita Hipertensi dan Jantung di Jabar Butuh Perhatian Ekstra

Rabu, 30 Desember 2020 - 07:44 WIB
loading...
Pandemi, Penderita Hipertensi...
Pemprov Jawa Barat mengingatkan seluruh Dinas Kesehatan di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jabar memberikan perhatian ekstra pada penderita hipertensi dan jantung di tengah penanganan pandemi COVID-19. (Ist)
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat mengingatkan seluruh Dinas Kesehatan di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jabar memberikan perhatian ekstra pada penderita hipertensi dan jantung di tengah penanganan pandemi COVID-19.

Pasalnya, penyakit hipertensi dan jantung menjadi penyakit penyerta (komorbid) paling banyak, termasuk pada kasus kematian pasien COVID-19 . Di lain sisi, jumlah penderita hipertensi dan jantung di Provinsi Jabar juga cukup besar, bahkan melampaui jumlah rata-rata penderita di tingkat nasional.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menegaskan, dibutuhkan perimbangan antara penanganan COVID-19 dan penyakit tidak menular (PTM), khususnya yang kerap menjadi komorbid kasus COVID-19. "Jangan hanya COVID-19 yang menjadi fokus, tetapi PTM pun harus menjadi perhatian kita semua," tegas Uu dalam keterangan resminya, Rabu (29/12/2020).

Uu menyebutkan, berdasarkan data di tingkat nasional, hipertensi menjadi komorbid terbanyak pada kasus COVID-19, termasuk kematian pasien COVID-19. Selain hipertensi, penyakit diabetes mellitus (DM), penyakit jantung, dan penyakit paru obstruksi kronik juga kerap menjadi komorbid pada kasus COVID-19.

Di lain sisi, lanjut Uu, penanganan penyakit hipertensi dan jantung menjadi fokus perhatian di Jabar. Pasalnya, dari total populasi Jabar yang mencapai sekitar 50 juta jiwa, 9,6 persen di antaranya menderita hipertensi dan 1,6 persennya jantung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
May Day Anarkis di Bandung,...
May Day Anarkis di Bandung, Massa Bakar Videotron dan Pospol
Siswa SMA di Bandung...
Siswa SMA di Bandung Tewas Dikeroyok, Sahroni: Jangan Normalisasi Pelaku Anak, Hukum Berat!
Bukan Sekadar Penertiban:...
Bukan Sekadar Penertiban: Sisi Lain Satpol PP Bandung yang Hangat Melayani
DPRD Kota Bandung Targetkan...
DPRD Kota Bandung Targetkan Raperda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Segera Rampung
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Mengapa Berat Badan...
Mengapa Berat Badan Ideal Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi? Ini Kata Dokter
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved