Cuaca Ekstrem, Kawasan Wisata Bantimurung Tutup Sementara
Minggu, 20 Desember 2020 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Ferdiansyah melanjutkan, selain alasan keselamatan, pihaknya bersama Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga butuh waktu untuk melakukan pemulihan pasca cuaca ekstrim menerjang kawasan Bantimurung . Akibat luapan air tersebut, beberapa fasilitas Bantimurung tidak bisa digunakan.
“Jadi untuk waktu dibukanya itu tidak ada tanggal tentu, karena kita tidak bisa memastikan sampai kapan cuaca ekstrem berlangsung. Setelah dianggap aman untuk dibuka, kita harus melakukan pemulihan lagi, pembersihan dan penataan ulang sarana prasarana yang terdampak luapan air,” jelas Ferdiansyah.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arief mengungkapkan, dengan ditutupnya Taman Wisata Bantimurung ini, secara otomatis, tidak ada lagi pemasukan PAD yang dipungut Dinas Pariwisata. Karenanya dia mengaku, Dinas Pariwisata mengalami kerugian material. Sedangkan untuk penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri ditaksir Rp40-an juta dalam sepekan.
“Kita tunggu dulu berakhirnya cuaca ekstrem, tapi untuk kerugian pendapatan itu sudah jelas menurun karena tren pengunjung pada hari Senin hinga Kamis rerata minimal 100an pengunjung, sedangkan Jumat, Sabtu dan Minggu lebih dari 1.000 pengunjung, jadi jika kalikan retribusi masuk sebesar Rp30.000, total dalam sepekan ada sekira Rp40 juta lebih kita kehilangan PAD,” tandasnya.
Baca Juga: Libur Panjang, Pengunjung Bantimurung Dibatasi Hanya 5.000 Orang
“Jadi untuk waktu dibukanya itu tidak ada tanggal tentu, karena kita tidak bisa memastikan sampai kapan cuaca ekstrem berlangsung. Setelah dianggap aman untuk dibuka, kita harus melakukan pemulihan lagi, pembersihan dan penataan ulang sarana prasarana yang terdampak luapan air,” jelas Ferdiansyah.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arief mengungkapkan, dengan ditutupnya Taman Wisata Bantimurung ini, secara otomatis, tidak ada lagi pemasukan PAD yang dipungut Dinas Pariwisata. Karenanya dia mengaku, Dinas Pariwisata mengalami kerugian material. Sedangkan untuk penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri ditaksir Rp40-an juta dalam sepekan.
“Kita tunggu dulu berakhirnya cuaca ekstrem, tapi untuk kerugian pendapatan itu sudah jelas menurun karena tren pengunjung pada hari Senin hinga Kamis rerata minimal 100an pengunjung, sedangkan Jumat, Sabtu dan Minggu lebih dari 1.000 pengunjung, jadi jika kalikan retribusi masuk sebesar Rp30.000, total dalam sepekan ada sekira Rp40 juta lebih kita kehilangan PAD,” tandasnya.
Baca Juga: Libur Panjang, Pengunjung Bantimurung Dibatasi Hanya 5.000 Orang
(agn)
Lihat Juga :