Ini Kesiapan Asrama Haji Jadi Tempat Observasi COVID-19
Rabu, 13 Mei 2020 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi mereka tidak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya. Selain itu mereka juga akan mendapat supply makan tiga kali sehari," jelasnya.
Sugianto menekankan bahwa penggunaan Asrama Haji Sukolilo sebagai ruang oservasi tidak mengganggu pelayanan ibadah haji. Sebab penggunaan Asrama Haji untuk ruang isolasi sampai 10 Juni 2020. Jadi misalnya kalau sewaktu-waktu perjalanan haji dibuka kembali, maka asrama bisa digunakan sebagaimana mestinya.
"Ada batas waktu maksimal penggunaan Asrama Haji untuk karantina ini sampai tanggal 10 Juni. Tapi saya yakin mudah-mudahan tidak sampai tanggal itu," ujarnya.
Sugianto menegaskan, bahwa orang yang menjalani observasi di Asrama Haji bukanlah pasien positif Covid-19 atau sakit. Tapi mereka adalah keluarga yang terdampak. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat maupun pegawai di Asrama haji agar tidak perlu khawatir.
"Jadi yang dikirim di sini bukan orang positif COVID-19 atau sakit, tapi orang yang diisolasi di sini adalah orang yang terdampak," katanya.
Sugianto menekankan bahwa penggunaan Asrama Haji Sukolilo sebagai ruang oservasi tidak mengganggu pelayanan ibadah haji. Sebab penggunaan Asrama Haji untuk ruang isolasi sampai 10 Juni 2020. Jadi misalnya kalau sewaktu-waktu perjalanan haji dibuka kembali, maka asrama bisa digunakan sebagaimana mestinya.
"Ada batas waktu maksimal penggunaan Asrama Haji untuk karantina ini sampai tanggal 10 Juni. Tapi saya yakin mudah-mudahan tidak sampai tanggal itu," ujarnya.
Sugianto menegaskan, bahwa orang yang menjalani observasi di Asrama Haji bukanlah pasien positif Covid-19 atau sakit. Tapi mereka adalah keluarga yang terdampak. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat maupun pegawai di Asrama haji agar tidak perlu khawatir.
"Jadi yang dikirim di sini bukan orang positif COVID-19 atau sakit, tapi orang yang diisolasi di sini adalah orang yang terdampak," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :