IPM Naik 0,03%, Kualitas Hidup Warga Jawa Timur Hanya Ada di Peringkat 15 Nasional
Kamis, 17 Desember 2020 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Di Jatim, Surabaya tercatat mempunyai IPM tertinggi dengan capaian IPM sebesar 82,23. Sementara IPM terendah tercatat di Sampang dengan IPM sebesar 62,70. Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Sidoarjo tercatat mempunyai IPM berkategori "sangat tinggi".
"Sedangkan lainnya sebanyak 20 kabupaten/kota berkategori 'tinggi', dan 14 kabupaten/kota berkategori 'sedang'," kata Kepala Bidang Nerwilis BPS Jatim, Khaerul Agus, dalam rilisnya, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Tewaskan 4 Orang, Ini Kronologi Laka Maut Grandmax Hantam Truk di Tol Cipali )
Data BPS Jatim juga menyebutkan, selama periode 2019 hingga 2020, komponen kesehatan dan pendidikan di Jatim mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 71,30 tahun, meningkat 0,12 tahun. Anak-anak usia tujuh tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,19 tahun, meningkat 0,03 tahun.
Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,78 tahun meningkat 0,19 tahun. Hanya komponen pengeluaran per kapita yang disesuaikan yang turun, dari Rp11,74 juta (2019), menjadi Rp11,60 juta (2020) atau turun Rp138.000 akibat pandemi COVID-19.
"Sedangkan lainnya sebanyak 20 kabupaten/kota berkategori 'tinggi', dan 14 kabupaten/kota berkategori 'sedang'," kata Kepala Bidang Nerwilis BPS Jatim, Khaerul Agus, dalam rilisnya, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Tewaskan 4 Orang, Ini Kronologi Laka Maut Grandmax Hantam Truk di Tol Cipali )
Data BPS Jatim juga menyebutkan, selama periode 2019 hingga 2020, komponen kesehatan dan pendidikan di Jatim mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 71,30 tahun, meningkat 0,12 tahun. Anak-anak usia tujuh tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,19 tahun, meningkat 0,03 tahun.
Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,78 tahun meningkat 0,19 tahun. Hanya komponen pengeluaran per kapita yang disesuaikan yang turun, dari Rp11,74 juta (2019), menjadi Rp11,60 juta (2020) atau turun Rp138.000 akibat pandemi COVID-19.
(eyt)
Lihat Juga :