Penambahan Pasien COVID-19 Melonjak Tajam, Wali Kota Malang: Itu Susah Dilacak
Senin, 14 Desember 2020 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Sutiaji juga menambahkan, transmisi lokal juga terjadi cukup masif dan hal itu sulit terdeteksi. Mengingat pergerakan orang yang cukup tinggi. "Transmisi lokal luar biasa. Mutasi kita susah dideteksi, jadi kasusnya seperti saya, terpapar dari mana, kita runut sulit," ucap Sutiaji kembali.
Maka lanjut Sutiaji yang bisa dilakukan adalah melakukan mitigasi antisipasi agar tak terpapar COVID-19. "Artinya ketika kita susah mengenali, maka satu kata yagn harus kita kuatkan adalah bagaimana kita mitigasi seminimal mungkin tidak ada kerumunan banyak orang, ini yang kami lakukan," papar pria kelahiran Lamongan ini.
(Baca juga: Mengkhawatirkan, Pantai Timur Surabaya Terpapar Mikroplastik )
Pihaknya meminta memantau angka kematian yang cukup tinggi, hal ini pula yang menjadikan pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan lokasi tambahan bagi pasien COVID-19, untuk melakukan isolasi mandiri.
"Tingkat kematian kita juga tinggi, artinya, bahwa kita harus waspada. Maka ini yang kita lakukan, mendorong supaya nanti tidak ada yang namanya isolasi mandiri, kita siapkan di sini (rumah sakit lapangan Covid-19)," tukasnya
Maka lanjut Sutiaji yang bisa dilakukan adalah melakukan mitigasi antisipasi agar tak terpapar COVID-19. "Artinya ketika kita susah mengenali, maka satu kata yagn harus kita kuatkan adalah bagaimana kita mitigasi seminimal mungkin tidak ada kerumunan banyak orang, ini yang kami lakukan," papar pria kelahiran Lamongan ini.
(Baca juga: Mengkhawatirkan, Pantai Timur Surabaya Terpapar Mikroplastik )
Pihaknya meminta memantau angka kematian yang cukup tinggi, hal ini pula yang menjadikan pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan lokasi tambahan bagi pasien COVID-19, untuk melakukan isolasi mandiri.
"Tingkat kematian kita juga tinggi, artinya, bahwa kita harus waspada. Maka ini yang kita lakukan, mendorong supaya nanti tidak ada yang namanya isolasi mandiri, kita siapkan di sini (rumah sakit lapangan Covid-19)," tukasnya
(msd)
Lihat Juga :