Positif COVID-19 di Kota Malang Melonjak Tajam, Tim Gabungan Hentikan Wisuda Unmer
Minggu, 13 Desember 2020 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebutkan, mengetahui adanya SE Wali Kota Malang , pada saat pelaksanaan gladi resik wisuda. "Kami sempat berupaya meminta izin ke Wali Kota Malang , namun karena beliau sedang isolasi mandiri, maka kami diarahkan ke Asisten 1, namun Asisten 1 belum bisa memberikan jawaban. Akhirnya wisuda tetap kami gelar dengan tata cara yang sangat singkat dan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan demi menghargai keluarga mahasiswa yang sudah datang," ujarnya.
Wisuda digelar dengan duduk di kursi berjarak sesuai protokol kesehatan, dan setelah dikukuhkan oleh rektor, peserta wisuda dan keluarganya segera pulang. Gedung tempat wisuda yang memiliki kapasitas 2.000 orang, hanya diisi 200 orang.
Teknis pelaksanaannya sangat singkat. Pidato rektor hanya tiga menit. Pidato Pangdam V Brawijaya juga dilaksanakan secara daring selama empat menit. Acara wisuda berlangsung hanya satu jam, yakni pada 07.30-08.30 WIB.
(Baca juga: Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan )
Selama proses wisuda, orang tua para wisudawan-wisudawati hanya bisa menunggu di halaman gedung, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Setelah saya pulang karena wisuda sudah selesai, baru tim gabungan datang. Kami tidak ada niat melawan aturan pemerintah, namun yang terjadi aturan itu terbit saat acara sudah mau digelar. Kami melaksanakannya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tegasnya.
Wisuda digelar dengan duduk di kursi berjarak sesuai protokol kesehatan, dan setelah dikukuhkan oleh rektor, peserta wisuda dan keluarganya segera pulang. Gedung tempat wisuda yang memiliki kapasitas 2.000 orang, hanya diisi 200 orang.
Teknis pelaksanaannya sangat singkat. Pidato rektor hanya tiga menit. Pidato Pangdam V Brawijaya juga dilaksanakan secara daring selama empat menit. Acara wisuda berlangsung hanya satu jam, yakni pada 07.30-08.30 WIB.
(Baca juga: Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan )
Selama proses wisuda, orang tua para wisudawan-wisudawati hanya bisa menunggu di halaman gedung, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Setelah saya pulang karena wisuda sudah selesai, baru tim gabungan datang. Kami tidak ada niat melawan aturan pemerintah, namun yang terjadi aturan itu terbit saat acara sudah mau digelar. Kami melaksanakannya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :