Perusahaan Tisu Ini Incar Penjualan Rp2,6 Triliun di 2021
Sabtu, 12 Desember 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kami yakin di tahun 2021 akan lebih baik dari tahun ini. Sehingga kami memproyeksikan pertumbuhan penjualan bisa mencapai Rp2,6 triliun,” ujar Hendro, Jumat (11/12/2020).
Dia menambahkan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada turunnya kapasitas produksi Suparma. Tahun ini, kapasitas produksi perseroan turun 196.400 ton. Padahal di tahun 2019 kapasitas bisa mencapai 205.205 ton.
(Baca juga: Belum Genap Dua Tahun Pimpin Jatim, Khofifah Sabet 83 Penghargaan )
“Jika dibandingkan penjualan September 2019, di kuartal III tahun ini turun 18%. Penurunan penjualan ini lebih banyak disebabkan oleh penurunan penjualan produk kertas yang mencapai 17,3%,” imbuhnya.
Hendro mengatakan bisnis tahun depan memang masih penuh dengan ketidakpastian, sebagai contoh tersedianya vaksin COVID-19 yang jika berjalan dengan baik harapannya prospek pasar di Indonesia akan jauh lebih baik dari tahun ini. “Ini seiring dengan mulai bergeraknya kegiatan ekonomi termasuk pasar horeka yang sudah mulai buka normal,” tandasnya.
Dia menambahkan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada turunnya kapasitas produksi Suparma. Tahun ini, kapasitas produksi perseroan turun 196.400 ton. Padahal di tahun 2019 kapasitas bisa mencapai 205.205 ton.
(Baca juga: Belum Genap Dua Tahun Pimpin Jatim, Khofifah Sabet 83 Penghargaan )
“Jika dibandingkan penjualan September 2019, di kuartal III tahun ini turun 18%. Penurunan penjualan ini lebih banyak disebabkan oleh penurunan penjualan produk kertas yang mencapai 17,3%,” imbuhnya.
Hendro mengatakan bisnis tahun depan memang masih penuh dengan ketidakpastian, sebagai contoh tersedianya vaksin COVID-19 yang jika berjalan dengan baik harapannya prospek pasar di Indonesia akan jauh lebih baik dari tahun ini. “Ini seiring dengan mulai bergeraknya kegiatan ekonomi termasuk pasar horeka yang sudah mulai buka normal,” tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :