Peringati Hari HAM, Pastor Katolik di Tanah Papua: Hentikan Kekerasan Bersenjata!
Jum'at, 11 Desember 2020 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya seruan keempat, kepada Gubernur Papua , Lukas Enembe. Para Pastor Katolik di tanah Papua , mendukung penyataan Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen E. Kuayo Pr, tertanggal 11 Oktober 2020, yang meminta agar Gubernur Papua , mencabut rekomendasi WIUPK Blok Wabu di Intan Jaya.
"Jika benar bahwa Bapak Gubernur Papua yang merekomendasikannya (WIUPK Blok Wabu di Intan Jaya). Kami menyerukan untuk segera dicabut, sebab Blok Wabu merupakan penyebab konflik, pengungsian masyarakat lokal dan korban jiwa," tegasnya.
(Baca juga: Sinis Tanggapi Kemenangan Eri-Armuji, Putra Inisiator PDIP: Itu Kemenangan Oligarki Risma )
Seruan kelima, ditujukan kepada Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Bapak Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo dan segenap anggota KWI. Para pastor di tanah Papua meminta KWI membahas secara holistik, serius dan tuntas mengenai konflik terlama di tanah Papua dalam rapat tahunan KWI.
"Ada apa dengan tanah Papua ini? Sekali lagi kami berharap, merindukan, dan memohon, agar Bapak Kardinal dan Para Uskup se-Indonesia jangan tinggal diam dengan kondisi terlukanya rasa kemanusiaan umat Tuhan di tanah Papua, terutama Ras Melanesia yang sedang menuju ambang kepunahan," ucapnya.
Keenam, seruan kepada Konferensi Episkopal Papua (empat Uskup dan satu Administrator Diosesan) dan para pemimpin Ordo yang berkarya diseluruh Papua . "Kami para Imam se- Papua merindukan sikap yang tegas dan penuh keberpihakan terhadap manusia Papua , dan semua orang lain yang di tanah Papua ini yang terancam jiwanya, dan yang sedang terluka nuraninya. Kami merindukan seorang gembala yang berada di tempat yang paling depan untuk bertindak menyelamatkan umat Tuhan," sebutnya.
(Baca juga: Kesakralan Kandang Banteng Blitar Diobok-obok Mak Rini-Makde Rachmad, PDIP Evaluasi Total )
Lihat Juga :