Eri-Armuji untuk Sementara Pecundangi Machfud-Mujiaman, Ini Faktor Pemicunya
Rabu, 09 Desember 2020 - 16:43 WIB
loading...
Hasil hitung cepat Charta Politika, untuk Pilwali Surabaya. Foto/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Hasil perhitungan quick count Charta Politika, pasangan Eri Cahyadi -Armuji ( ER-JI ) unggul tebal di Pilkada Surabaya . Hasil ini sudah sesuai dengan prediksi banyak lembaga survei yang menempatkan ER-JI sebagai kandidat kuat.
(Baca juga: Hitung Cepat Charta Politika di Pilwali Surabaya, Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman )
Kemenangan ER-JI sebenarnya dilalui dalam sekian rintangan di internal PDIP yang sempat terpecah. Namun, kondisi itu tak mengerus kekuatan PDIP di kandang banteng. Apalagi Surabaya dalam dua dekade terakhir ini benar-benar menjadi rumah bagi PDIP.
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam menuturkan, Surabaya merupakan basis tradisional PDIP. Sehingga sulit untuk digoyahkan kendati ada faksi-faksi yang bersaing. "Jadi kondisinya tidak berpengaruh ke voters ideologis PDIP yang sudah tertanam lama di Surabaya ," kata Surokim, Rabu (9/12/2020).
Ia melanjutkan, faktor yang paling dominan lainnya tentu saja efek Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selama 10 tahun terakhir, Risma tetap menjadi magnet kuat di masyarakat. Apalagi tingkat kepuasaan terhadap Risma begitu tinggi, yakni mencapai 90 persen.
"Perlu diingat juga ada blunder video hancurkan Risma yang sempat viral. Saya pikir itu juga membuat sentimen negatif dalam kontestasi pilkada di Surabaya," ungkapnya.
(Baca juga: Hitung Cepat Charta Politika di Pilwali Surabaya, Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman )
Kemenangan ER-JI sebenarnya dilalui dalam sekian rintangan di internal PDIP yang sempat terpecah. Namun, kondisi itu tak mengerus kekuatan PDIP di kandang banteng. Apalagi Surabaya dalam dua dekade terakhir ini benar-benar menjadi rumah bagi PDIP.
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam menuturkan, Surabaya merupakan basis tradisional PDIP. Sehingga sulit untuk digoyahkan kendati ada faksi-faksi yang bersaing. "Jadi kondisinya tidak berpengaruh ke voters ideologis PDIP yang sudah tertanam lama di Surabaya ," kata Surokim, Rabu (9/12/2020).
Ia melanjutkan, faktor yang paling dominan lainnya tentu saja efek Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selama 10 tahun terakhir, Risma tetap menjadi magnet kuat di masyarakat. Apalagi tingkat kepuasaan terhadap Risma begitu tinggi, yakni mencapai 90 persen.
"Perlu diingat juga ada blunder video hancurkan Risma yang sempat viral. Saya pikir itu juga membuat sentimen negatif dalam kontestasi pilkada di Surabaya," ungkapnya.
Lihat Juga :