IB Plus Gratis, Program Unggulan ASA Dongkrak Pendapatan Peternak
Senin, 07 Desember 2020 - 20:32 WIB
loading...
Seorang warga di Kabupaten Sinjai memberi makan ternaknya. Foto: Humas Pemkab Sinjai
A
A
A
SINJAI - Program inseminasi buatan (IB) plus yang dijalankan Pemkab Sinjai di bawah kendali Bupati Andi Seto Asapa (ASA) sudah dirasakan manfaatnya oleh para peternak . Selain gratis, pendapatan mereka terdongkrak setelah mengikuti program tersebut.
Seperti yang disampaikan oleh peternak sapi di Desa Aska, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Basri Tahir. Dia mengaku, kehadiran progam IB sangat membantu peternak .
Baca juga: Respons Pungutan Biaya Pelayanan IB, Bupati ASA Minta Peternak Laporkan Inseminator
Sebab, mereka tak mengeluarkan biaya sepeser pun saat meminta petugas inseminator menyuntikkan cairan spermatozoa ke sapinya. Sementara petugas inseminator selalu hadir ketika dibutuhkan.
"Kami tidak pernah diminta membayar oleh petugas inseminator, justru bantuan inseminator sangat terasa manfaatnya bagi kami," beber Basri, Senin (7/12/2020).
Selain itu, manfaat yang mereka dapatkan melalui program ini adalah pendapatannya terdongkrak. Terbukti, Ketua Kelompok Tani Bungae ini kerap menjual sapi hasil IB seharga Rp20 juta per ekor. Jauh lebih mahal jika dibandingkan hasil perkawinan alam atau sapi bali.
Terlebih lagi, peternak tak khawatir menggeluti usaha ini berkat adanya asuransi usaha ternak sapi (AUTS). Peternak tidak dibebani membayar premi karena telah disubsidi oleh pemerintah, risiko kegagalan akibat kematian dan kecurian juga rendah.
Seperti yang disampaikan oleh peternak sapi di Desa Aska, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Basri Tahir. Dia mengaku, kehadiran progam IB sangat membantu peternak .
Baca juga: Respons Pungutan Biaya Pelayanan IB, Bupati ASA Minta Peternak Laporkan Inseminator
Sebab, mereka tak mengeluarkan biaya sepeser pun saat meminta petugas inseminator menyuntikkan cairan spermatozoa ke sapinya. Sementara petugas inseminator selalu hadir ketika dibutuhkan.
"Kami tidak pernah diminta membayar oleh petugas inseminator, justru bantuan inseminator sangat terasa manfaatnya bagi kami," beber Basri, Senin (7/12/2020).
Selain itu, manfaat yang mereka dapatkan melalui program ini adalah pendapatannya terdongkrak. Terbukti, Ketua Kelompok Tani Bungae ini kerap menjual sapi hasil IB seharga Rp20 juta per ekor. Jauh lebih mahal jika dibandingkan hasil perkawinan alam atau sapi bali.
Terlebih lagi, peternak tak khawatir menggeluti usaha ini berkat adanya asuransi usaha ternak sapi (AUTS). Peternak tidak dibebani membayar premi karena telah disubsidi oleh pemerintah, risiko kegagalan akibat kematian dan kecurian juga rendah.
Lihat Juga :