PSBB Skala Provinsi Sukses Tekan Laju Kasus Positif COVID-19 di Jawa Barat
Selasa, 12 Mei 2020 - 15:53 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Foto/Dok/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berlaku selama sepekan di 27 kabupaten/kota se-Jabar ini membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. PSBB tingkat provinsi yang berlaku sejak Rabu, 6 Mei 2020 dinilai sukses menekan laju penambahan kasus positif COVID-19 di Provinsi Jawa Barat.
Ridwan Kamil menyebutkan, laju kasus COVID-19 pada awal sampai pertengahan April rata-rata 40 kasus per hari. Dari pertengahan April sampai akhir April turun menjadi 28 kasus per hari. Kemudian sejak 1 Mei sampai 12 Mei turun lagi menjadi rata-rata 21 kasus per hari. "Cerita ini menunjukkan bahwa PSBB justru berhasil," tegasnya di Bandung, Selasa (12/5/2020).
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, menurunnya laju penambahan kasus COVID-19 di Jabar tak lepas dari menurunnya aktivitas masyarakat sejak pemberlakuan PSBB. Kang Emil menegaskan, penekanan aktivitas masyarakat berpengaruh terhadap laju penambahan kasus COVID-19. (Baca juga; Setelah Bogor dan Depok, Kota Bekasi Juga Ajukan PSBB Tahap 3 )
"Jumlah pasien di rumah sakit pun rata-rata sekarang di angka 350 (orang) atau turun dibandingkan akhir April lalu yang mencapai sekitar 430. Kemudian tingkat kematian turun dari 7 pasien per hari menjadi 4 pasien per hari, tingkat kesembuhan juga naik hampir dua kali lipat," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut Kang Emil, penyebaran COVID-19 di Jabar pun menunjukkan penurunan. Sebelum PSBB Diberlakukan, kecepatan penyebaran COVID-19 berada di indeks 3 dan saat ini turun menjadi indeks 0,86. Hal itu menandakan bahwa PSBB sukses menekan aktivitas normal, sehingga kecepatan penyebaran COVID-19 melambat.
Ridwan Kamil menyebutkan, laju kasus COVID-19 pada awal sampai pertengahan April rata-rata 40 kasus per hari. Dari pertengahan April sampai akhir April turun menjadi 28 kasus per hari. Kemudian sejak 1 Mei sampai 12 Mei turun lagi menjadi rata-rata 21 kasus per hari. "Cerita ini menunjukkan bahwa PSBB justru berhasil," tegasnya di Bandung, Selasa (12/5/2020).
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, menurunnya laju penambahan kasus COVID-19 di Jabar tak lepas dari menurunnya aktivitas masyarakat sejak pemberlakuan PSBB. Kang Emil menegaskan, penekanan aktivitas masyarakat berpengaruh terhadap laju penambahan kasus COVID-19. (Baca juga; Setelah Bogor dan Depok, Kota Bekasi Juga Ajukan PSBB Tahap 3 )
"Jumlah pasien di rumah sakit pun rata-rata sekarang di angka 350 (orang) atau turun dibandingkan akhir April lalu yang mencapai sekitar 430. Kemudian tingkat kematian turun dari 7 pasien per hari menjadi 4 pasien per hari, tingkat kesembuhan juga naik hampir dua kali lipat," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut Kang Emil, penyebaran COVID-19 di Jabar pun menunjukkan penurunan. Sebelum PSBB Diberlakukan, kecepatan penyebaran COVID-19 berada di indeks 3 dan saat ini turun menjadi indeks 0,86. Hal itu menandakan bahwa PSBB sukses menekan aktivitas normal, sehingga kecepatan penyebaran COVID-19 melambat.
Lihat Juga :