Cegah Tenaga Medis Terpapar Corona, ITB Kembangkan Alat Desinfeksi APD
Selasa, 12 Mei 2020 - 13:43 WIB
loading...
Prototipe alat disinfeksi dan sterilisasi APD yang dikembangkan peneliti ITB. Foto/Humas ITB
A
A
A
BANDUNG - Tim peneliti Intsitut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat desinfeksi alat pelindung diri (APD) pakai ulang (reusable) dan pretreatment APD sekali pakai (disposable) tenaga medis. Alat ini berfungsi mensterilisasi APD para tenaga medis agar mereka tak terpapar virus Corona atau COVID-19.
Perangkat ini dikembangkan karena berdasarkan analisis tim peneliti, tenaga medis, baik dokter maupun perawat, terpapar COVID-19 karena pengelolaan APD baik yang pakai ulang maupun sekali pakai, yang tidak benar-benar steril. Dengan alat ini diharapkan tak ada lagi tenaga medis yang terpapar Corona.
Penelitian dan pengembangan alat disinfeksi yang diidanai oleh Program COVID-19 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) ITB itu, diketuai oleh Ir V Sri Harjati Suhardi PhD yang lebih akrab disapa Renni Suhardi dari Prodi Mikrobiologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.
Tim yang terlibat, dosen dan alumni ITB, antara lain, Intan Taufik (Biologi angkatan 93, dosen Prodi Mikrobiologi SITH), Ir Suharso Hermawan (Teknik Elektro angkatan 82), Ir Eddy Soentjahjo (Teknik Kimia angkatan 82), dan Ir Edy Sucipto (Teknik Elektro angkatan 89), Ahmad Benyamin (FT angkatan 82).
Renni mengatakan, perangkat disinfeksi dan pretreatment tersebut menggunakan ozone gas sebagai disinfektan. Alat ini akan dibuat dua jenis sesuai tujuan, yakni kabut ozon (ozone mist) untuk APD pakai ulang, misalnya baju hazard, face shield, dan kacamata safety, setelah digunakan.
Perangkat ini dikembangkan karena berdasarkan analisis tim peneliti, tenaga medis, baik dokter maupun perawat, terpapar COVID-19 karena pengelolaan APD baik yang pakai ulang maupun sekali pakai, yang tidak benar-benar steril. Dengan alat ini diharapkan tak ada lagi tenaga medis yang terpapar Corona.
Penelitian dan pengembangan alat disinfeksi yang diidanai oleh Program COVID-19 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) ITB itu, diketuai oleh Ir V Sri Harjati Suhardi PhD yang lebih akrab disapa Renni Suhardi dari Prodi Mikrobiologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.
Tim yang terlibat, dosen dan alumni ITB, antara lain, Intan Taufik (Biologi angkatan 93, dosen Prodi Mikrobiologi SITH), Ir Suharso Hermawan (Teknik Elektro angkatan 82), Ir Eddy Soentjahjo (Teknik Kimia angkatan 82), dan Ir Edy Sucipto (Teknik Elektro angkatan 89), Ahmad Benyamin (FT angkatan 82).
Renni mengatakan, perangkat disinfeksi dan pretreatment tersebut menggunakan ozone gas sebagai disinfektan. Alat ini akan dibuat dua jenis sesuai tujuan, yakni kabut ozon (ozone mist) untuk APD pakai ulang, misalnya baju hazard, face shield, dan kacamata safety, setelah digunakan.
Lihat Juga :