Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
Jum'at, 29 Mei 2026 - 17:31 WIB
loading...
Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Darwanto menilai faktor cuaca memiliki peran besar dalam peristiwa blackout di Sumatera. Foto/SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Pemadaman listrik massal atau blackout di Sumatera dinilai sangat mungkin dipicu tekanan mekanis akibat angin kencang pada jaringan transmisi, terutama di titik sambungan kabel atau mid span jointing. Sebab dilihat dari pola gangguan terlihat kerusakannya berada di sambungan kabel.
Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Darwanto menilai faktor cuaca memiliki peran besar dalam peristiwa tersebut, mengingat karakteristik gangguan yang terjadi mengarah pada tekanan mekanis di area sambungan konduktor transmisi.
“Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Soal Blackout di Sumatera, Ini Arahan Menteri ESDM ke PLN
Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN menyebut terdapat tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi, yakni stress thermal akibat cuaca, faktor pada area sambungan, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.
Menurut Djoko, masyarakat kerap menilai kondisi cuaca dari apa yang dirasakan di permukaan tanah. Padahal, pada ketinggian konduktor transmisi, kecepatan angin dapat jauh lebih besar dan memicu osilasi kabel secara terus-menerus.
Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Darwanto menilai faktor cuaca memiliki peran besar dalam peristiwa tersebut, mengingat karakteristik gangguan yang terjadi mengarah pada tekanan mekanis di area sambungan konduktor transmisi.
“Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Soal Blackout di Sumatera, Ini Arahan Menteri ESDM ke PLN
Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN menyebut terdapat tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi, yakni stress thermal akibat cuaca, faktor pada area sambungan, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.
Menurut Djoko, masyarakat kerap menilai kondisi cuaca dari apa yang dirasakan di permukaan tanah. Padahal, pada ketinggian konduktor transmisi, kecepatan angin dapat jauh lebih besar dan memicu osilasi kabel secara terus-menerus.
Lihat Juga :