Imunisasi Benteng Kesehatan Anak, Butuh Komitmen Semua Pihak Mewujudkannya
Rabu, 02 Desember 2020 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
"Pelayanan imunisasi di posyandu tidak dilaksanakan mulai April sampai Juli tahun ini. Beberapa kabupaten/kota sampai sekarang juga tidak melaksanakan imunisasi di posyandu terutama di zona risiko tinggi," katanya.
Selain itu, katanya, pelayanan imunisasi di puskesmas maupun pustu juga tak maksimal, karena masyarakat takut tertular COVID-19 jika datang ke puskesmas maupun pustu. "Pelayanan imunisasi di unit swasta juga turun. Banyak bidan praktik mandiri yang tutup selama pandemi," sambungnya.
(Baca juga: Hanya Butuh Waktu 2,5 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Brutal yang Gemparkan Solo )
Inna juga menjelaskan, beban bidan desa dan petugas puskesmas bertambah dengan kegiatan tracing kasus COVID-19. Sehingga kunjungan rumah jika sasaran tidak datang maka tidak dilakukan. "Terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin yang signifikan pada masa pandemi COVID-19 harus ada kewaspadaan terjadinya KLB PD3I," ungkapnya.
Dia menambahkan, pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan berjalan dan dilaksanakan sesuai jadwal imunisasi program nasional yang berlaku mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. "Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat," sambungnya.
Perwakilan Tim Kerjasama Program Imunisasi UNAIR-UNICEF-Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Arief Hargono menuturkan, ada banyak cara yang bisa dikembangkan berbagai daerah untuk menambah cakupan imunisasi. Salah satunya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui rumah imunisasi .
Selain itu, katanya, pelayanan imunisasi di puskesmas maupun pustu juga tak maksimal, karena masyarakat takut tertular COVID-19 jika datang ke puskesmas maupun pustu. "Pelayanan imunisasi di unit swasta juga turun. Banyak bidan praktik mandiri yang tutup selama pandemi," sambungnya.
(Baca juga: Hanya Butuh Waktu 2,5 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Brutal yang Gemparkan Solo )
Inna juga menjelaskan, beban bidan desa dan petugas puskesmas bertambah dengan kegiatan tracing kasus COVID-19. Sehingga kunjungan rumah jika sasaran tidak datang maka tidak dilakukan. "Terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin yang signifikan pada masa pandemi COVID-19 harus ada kewaspadaan terjadinya KLB PD3I," ungkapnya.
Dia menambahkan, pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan berjalan dan dilaksanakan sesuai jadwal imunisasi program nasional yang berlaku mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. "Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat," sambungnya.
Perwakilan Tim Kerjasama Program Imunisasi UNAIR-UNICEF-Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Arief Hargono menuturkan, ada banyak cara yang bisa dikembangkan berbagai daerah untuk menambah cakupan imunisasi. Salah satunya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui rumah imunisasi .
Lihat Juga :