Imunisasi Benteng Kesehatan Anak, Butuh Komitmen Semua Pihak Mewujudkannya
Rabu, 02 Desember 2020 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
"Di rumah imunisasi ini ada alat yang memberikan gambaran visual tentang status imunisasi. Juga memuat data bayi, status dan tanggal pelaksanaan imunisasi ," jelasnya.
(Baca juga: Solo Gempar, Mobil Mewah Milik Bos Perusahaan Tekstil Ditembaki Secara Brutal )
Arief menambahkan, ada juga pengembangan imunisasi 4.0 yang lebih menekankan komunikasi pada masyarakat. Melalui rapidpro imunisasi bisa memanfaatkan sms gateaway untuk mendukung pencatatan pelaksanaan imunisasi.
Teknologi microplanning juga memberikan dukungan yang kuat dalam imunisasi . Sehingga ada proses penyusunan perencanaan di masing-masing jenjang administrasi secara terus menerus mulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, penetapan tujuan, penentuan strategi dan sumber daya yang dimiliki. "Kolaborasi dengan berbagai pihak akan menentukan hasil yang baik dalam cakupan imunisasi ," jelasnya.
Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa dan Bali, Arie Rukmantara menuturkan, kerja bersama dari berbagai pihak bisa menjadi kunci cakupan imunisasi . Apalagi Jatim tercatat selalu sukses dalam menjalankan imunisasi . "Pertama pada 2017 lalu Jatim sukses memenuhi target imunisasi Campak dan Rubella. Selanjutnya pada 20018 juga sukses melaksanakan imunisasi serentak ketika ada KLB Difteri," kata Arie.
(Baca juga: Usai Digeruduk Ratusan Massa, Banser Kerahkan Pasukan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD )
Ia melanjutkan, ke depan semua pihak tentu tak mau ada outbreak. Pihaknya berharap besar pada wali kota, bupati, sekda, maupun semua organisasi masyarakat bisa menjelaskan kembali ke seluruh komponen tentang pentingnya imunisasi bagi pertahanan kesehatan anak. " Imunisasi juga tak hanya hak kesehatan dan investasi. Tapi ada juga beneft cost yang bisa diperoleh," jelasnya.
(Baca juga: Solo Gempar, Mobil Mewah Milik Bos Perusahaan Tekstil Ditembaki Secara Brutal )
Arief menambahkan, ada juga pengembangan imunisasi 4.0 yang lebih menekankan komunikasi pada masyarakat. Melalui rapidpro imunisasi bisa memanfaatkan sms gateaway untuk mendukung pencatatan pelaksanaan imunisasi.
Teknologi microplanning juga memberikan dukungan yang kuat dalam imunisasi . Sehingga ada proses penyusunan perencanaan di masing-masing jenjang administrasi secara terus menerus mulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, penetapan tujuan, penentuan strategi dan sumber daya yang dimiliki. "Kolaborasi dengan berbagai pihak akan menentukan hasil yang baik dalam cakupan imunisasi ," jelasnya.
Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa dan Bali, Arie Rukmantara menuturkan, kerja bersama dari berbagai pihak bisa menjadi kunci cakupan imunisasi . Apalagi Jatim tercatat selalu sukses dalam menjalankan imunisasi . "Pertama pada 2017 lalu Jatim sukses memenuhi target imunisasi Campak dan Rubella. Selanjutnya pada 20018 juga sukses melaksanakan imunisasi serentak ketika ada KLB Difteri," kata Arie.
(Baca juga: Usai Digeruduk Ratusan Massa, Banser Kerahkan Pasukan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD )
Ia melanjutkan, ke depan semua pihak tentu tak mau ada outbreak. Pihaknya berharap besar pada wali kota, bupati, sekda, maupun semua organisasi masyarakat bisa menjelaskan kembali ke seluruh komponen tentang pentingnya imunisasi bagi pertahanan kesehatan anak. " Imunisasi juga tak hanya hak kesehatan dan investasi. Tapi ada juga beneft cost yang bisa diperoleh," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :