Pilkada Karawang: Tingkat Kepuasan Tinggi dan Basis Pemilih Solid, Cellica-Aep Unggul
Selasa, 01 Desember 2020 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan basis pemilih Partai Gerindra terlihat terpecah. Jumlah pemilih Gerindra yang akan memilih paslon yang diusung Gerindra, yaitu Jimmy–Yusni, sebesar 37,0%. Ini berselisih sedikit dengan 31,5% pemilih Gerindra yang akan memilih paslon Cellica–Aep.
Basis pemilih PDIP lebih terpecah lagi. Hanya 24,3% basis pemilih PDIP yang akan memilih paslon Yesy-Adly yang didukung PDIP, sedangkan 21,6% sisanya lebih memilih Cellica–Aep, dan 18,9% lagi memilih Jimmy–Yusni. 35,1% lainnya mengatakan belum menentukan pilihan. (Baca: Wisata Lembang Ditutup Pasca 9 Pekerja Postiif Terinfeksi COVID-19).
Dalam paparannya, Umam mengungkapkan mayoritas (54%) masyarakat Karawang secara terbuka memilih bantuan uang, ketimbang barang (10,5%). Saat ditanya besaran uang yang diharapkan, 30,5% responden memilih uang atau barang dengan pilihan nilai tertinggi, sedangkan 40,5% mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Dalam kesimpulannya, Umam mengatakan, “Hampir 40% pemilih tidak akan mengubah pilihan mereka lagi, namun jumlah swing voters (26%) dan undecided voters masih besar. Artinya, kemampuan untuk menarik basis swing voters dan undecided voters, dengan tetap mempertahankan basis pemilih loyal, akan menjadi penentu kemenangan.” sebutnya.
Selain itu, papar Umam melanjutkan, “Faktor penentu lain adalah fenomena politik uang. Sejauh ini, perilaku politik pemilih Kebupaten Karawang cenderung terbuka dalam merespon potensi tawaran politik uang. Besar kemungkinan hal itu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat setempat yang mengalami peningkatan jumlah pengangguran akibat situasi pandemi," pungkasnya.
Basis pemilih PDIP lebih terpecah lagi. Hanya 24,3% basis pemilih PDIP yang akan memilih paslon Yesy-Adly yang didukung PDIP, sedangkan 21,6% sisanya lebih memilih Cellica–Aep, dan 18,9% lagi memilih Jimmy–Yusni. 35,1% lainnya mengatakan belum menentukan pilihan. (Baca: Wisata Lembang Ditutup Pasca 9 Pekerja Postiif Terinfeksi COVID-19).
Dalam paparannya, Umam mengungkapkan mayoritas (54%) masyarakat Karawang secara terbuka memilih bantuan uang, ketimbang barang (10,5%). Saat ditanya besaran uang yang diharapkan, 30,5% responden memilih uang atau barang dengan pilihan nilai tertinggi, sedangkan 40,5% mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Dalam kesimpulannya, Umam mengatakan, “Hampir 40% pemilih tidak akan mengubah pilihan mereka lagi, namun jumlah swing voters (26%) dan undecided voters masih besar. Artinya, kemampuan untuk menarik basis swing voters dan undecided voters, dengan tetap mempertahankan basis pemilih loyal, akan menjadi penentu kemenangan.” sebutnya.
Selain itu, papar Umam melanjutkan, “Faktor penentu lain adalah fenomena politik uang. Sejauh ini, perilaku politik pemilih Kebupaten Karawang cenderung terbuka dalam merespon potensi tawaran politik uang. Besar kemungkinan hal itu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat setempat yang mengalami peningkatan jumlah pengangguran akibat situasi pandemi," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :