Rintis Jalur Pendakian Baru, Komunitas Jaguar Buka Camp Ground Menuju Arjuno

loading...
Rintis Jalur Pendakian Baru, Komunitas Jaguar Buka Camp Ground Menuju Arjuno
Komunitas Jelajah Gunung Arjuno (Jaguar) yang merupakan bagian dari SuperAdventure Surabaya sukses membuka camping ground baru di Bukit Glagah Wangi, Desa Sumber Gondo, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur
SURABAYA - Komunitas Jelajah Gunung Arjuno (Jaguar) membuka camping ground baru di Bukit Glagah Wangi, Desa Sumber Gondo, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur. Camp ground ini kelak diharapkan menjadi pintu masuk dibukanya jalur pendakian baru menuju Gunung Arjuno yang memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut (MPDL).

Efendi selaku Ketua Glagah Wangi mengatakan camp ground yang dibangun Jaguar baru dibuka setahun terakhir. Tanah lapang seluas 8 hektare ini secara bertahap mulai dibabat oleh puluhan anggota Jaguar untuk bumi perkemahan bagi masyarakat umum.

Menurutnya perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat camp ground tersebut. Alhamdulillah, hasilnya positif. Banyak pendaki, serta kalangan pelajar yang bermalam di sana.

(Baca juga: Hasil Rapid Test Reaktif, 7 Petugas KPPS dan Linmas Pilwali Blitar Langsung Swab Test )



“Lokasi Bukit Glagah Wangi ini sangat strategis, kita bisa lihat penampakan secara utuh gunung Arjuno Welirang. Kalau malam kita juga bisa melihat pemandangan jutaan lampu Kota Batu dan Malang yang indah dari ketinggian 1.400 MDPL,” katanya didampingi Sampur Budi selaku Ketua Harian Jaguar dan Agus Purnomo selaku penasehat Jaguar, akhir pekan lalu.

Untuk bermalam di sini tidak dipungut biaya. Pendaki hanya perlu mengganti biaya tenda, makanan, termasuk pengapian seperti kayu bakar, dan jagung serta hasil bumi desa setempat. Semua fasilitas itu hanya perlu ditebus dengan harga puluhan ribu rupiah saja.

Bahkan, saat panen sayur seperti wortel dan kol melimpah, pengunjung akan diberi gratis sebagai oleh-oleh.



“Kami juga menyediakan wisata edukasi. Jadi kalau ada family camp yang bawa anak-anak kami dampingi. Kami edukasi karena banyak satwa, serta tanaman langka berkasiat herbal, seperti akar wangi, srenggani, ciplukan, dan banyak lainnya,” ungkap Efendi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top