Datang ke Medan, Rocky Gerung Ajak Milenial Tolak Oligarki dan Nepotisme
Kamis, 26 November 2020 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
"Akibatnya apa semua WA (WhatsApp) grup yang kritis diawasi oleh kekuasaan, bahkan rektor jadi perpanjangan istana untuk mengawasi diskusi mahasiswa," sambungnya. (Baca juga: Tak Ada Kompromi, Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Banten Sikat Habis Baliho Provokatif )
Rocky Gerung juga menerangkan politik cafe harus membicarakan kebijakan publik. Ia pun menceritakan sejarah terbentuknya cafe di Eropa, yang menjadi basis perlawanan otoriter. "Saya cerita sedikit tentang cafe society, sejarah cafe abad 18 di Eropa itu adalah tempat berkumpul oposisi. Semua cafe di Eropa di abad itu adalah tempat pertemuan intelektual, wartawan, seniman yang beroposisi terhadap sistem otoriter," katanya.
Ia mengatakan sejarah cafe adalah sejarah perjuangan politik. "Kalau netizen, pemuda, mahasiswa kumpul di cafe harusnya juga membicarakan isu publik. Kita hidupkan kafe-kafe di Medan ini mengulas republik, jadi kafe adalah tempat kita membahas nasib republik," ujar Rocky Gerung . (Baca juga: Anak Gadis Terlibat Percintaan Sesama Jenis, Seorang Bapak Ditembak Mati di Masjid )
Oleh karenanya, Rocky Gerung mengatakan, masa depan Kota Medan , ditentukan dengan momentum pesta demokrasi pada 9 Desember nanti. "Saya ingin lihat Medan, dengan langit biru, mulailah jadi rakyat yang cerdas, menghalangi politik dinasti," tandasnya.
Rocky Gerung juga menerangkan politik cafe harus membicarakan kebijakan publik. Ia pun menceritakan sejarah terbentuknya cafe di Eropa, yang menjadi basis perlawanan otoriter. "Saya cerita sedikit tentang cafe society, sejarah cafe abad 18 di Eropa itu adalah tempat berkumpul oposisi. Semua cafe di Eropa di abad itu adalah tempat pertemuan intelektual, wartawan, seniman yang beroposisi terhadap sistem otoriter," katanya.
Ia mengatakan sejarah cafe adalah sejarah perjuangan politik. "Kalau netizen, pemuda, mahasiswa kumpul di cafe harusnya juga membicarakan isu publik. Kita hidupkan kafe-kafe di Medan ini mengulas republik, jadi kafe adalah tempat kita membahas nasib republik," ujar Rocky Gerung . (Baca juga: Anak Gadis Terlibat Percintaan Sesama Jenis, Seorang Bapak Ditembak Mati di Masjid )
Oleh karenanya, Rocky Gerung mengatakan, masa depan Kota Medan , ditentukan dengan momentum pesta demokrasi pada 9 Desember nanti. "Saya ingin lihat Medan, dengan langit biru, mulailah jadi rakyat yang cerdas, menghalangi politik dinasti," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :