35 Batalyon Ormas Pemuda Kawal Penyisiran Baliho Provokatif di Jateng
Minggu, 22 November 2020 - 16:00 WIB
loading...
Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jateng, Gatyt Sari Chotijah, di sela peresmian markas baru PPM Jateng di Jalan HOS Cokroaminoto, Semarang. Minggu (22/11/2020). Foto: SINDOnews/Taufik Budi
A
A
A
SEMARANG - Maraknya baliho dan spanduk bernada provokatif mengundang keprihatinan beragam kalangan masyarakat. Selain provokatif, baliho maupun spanduk tersebut juga tanpa disertai izin dan bertebaran di berbagai tempat.
(Baca juga : Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir? )
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama TNI/ Polri butuh support dukungan sehingga kita siap untuk mengawal dan menjaga NKRI menolak semua paham radikal, anarkis, atau yang memecah belah NKRI,” kata Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jateng, Gatyt Sari Chotijah, Minggu (22/11/2020). (Baca Juga: Dikawal TNI/Polri, Satpol PP Solo Copot Spanduk Bergambar Rizieq Shihab)
Dia pun menyatakan siap mengawal aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP yang sibuk melakukan pencopotan baliho dan spanduk provokatif. Terdapat sedikitnya 35 batalyon tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah yang siap menyisir baliho dan spanduk provokatif. “Kami siap untuk berdiri di garda terdepan karena kami adalah putra-putri veteran pejuang dari negeri ini,” lugasnya di sela peresmian markas baru PPM Jateng di Jalan HOS Cokroaminoto Semarang.
(Baca juga : Kepulangan Habib Rizieq Ciptakan Gejolak, Presiden Jokowi Perlu Tenangkan Publik )
(Baca juga : Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir? )
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama TNI/ Polri butuh support dukungan sehingga kita siap untuk mengawal dan menjaga NKRI menolak semua paham radikal, anarkis, atau yang memecah belah NKRI,” kata Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jateng, Gatyt Sari Chotijah, Minggu (22/11/2020). (Baca Juga: Dikawal TNI/Polri, Satpol PP Solo Copot Spanduk Bergambar Rizieq Shihab)
Dia pun menyatakan siap mengawal aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP yang sibuk melakukan pencopotan baliho dan spanduk provokatif. Terdapat sedikitnya 35 batalyon tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah yang siap menyisir baliho dan spanduk provokatif. “Kami siap untuk berdiri di garda terdepan karena kami adalah putra-putri veteran pejuang dari negeri ini,” lugasnya di sela peresmian markas baru PPM Jateng di Jalan HOS Cokroaminoto Semarang.
(Baca juga : Kepulangan Habib Rizieq Ciptakan Gejolak, Presiden Jokowi Perlu Tenangkan Publik )
Lihat Juga :