DPRD Desak Pemprov Jatim Optimalkan Pemanfaatan Aset untuk Meningkatkan PAD
Sabtu, 21 November 2020 - 12:19 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Ristu Nugroho (kanan) mendesak Pemprov Jatim untuk memanfaatkan aset daerah agar menambah PAD. (Foto: SINDONews/Lukman Hakim)
A
A
A
SURABAYA - Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur (Jatim) Yohanes Ristu Nugroho menyatakan, banyak aset Pemprov Jatim yang bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan PAD. Jika tidak dimanfaatkan atau disewakan, justru akan membebani APBD Jatim. BACA JUGA : Eri Cahyadi-Armudji Dapat Dukungan Soekarnois
Menurutnya, Jatim membutuhkan regulasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor aset. Mengingat selama ini harga sewa aset milik Pemprov Jatim masih mengacu pada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). "Selama ini, biaya pemeliharaan aset lebih besar daripada yang didapatkan, jika tidak dimanfaatkan," kata Ristu, Sabtu (21/11/2020).
Terutama, sambung dia, aset yang bukan peruntukan untuk pelayanan publik. Seperti halnya Kebun Benih Holtikultura Sarangsari, Magetan. "Kalau tidak dioperasionalkan ada biaya pemeliharaan. Nantinya justru minus semua karena biaya pemeliharaan lebih besar daripada pendapatan," imbuh Ristu.
Menurut politisi asal PDIP ini, Kebun Benih Holtikultura Sarangsari akan menjadi terobosan yang bagus jika dijadikan sebagai tempat wisata alam. Hanya saja, tidak akan untung banyak jika mindset pembiayaan dan pengelolaan birokrasi. "Lebih baik kerjasama swasta. Bisa ada nilai sewa dan bagi hasil," tuturnya. BACA JUGA : Istri-Istri Calon Walikota "Jadi Pelumas" Langkah Pengabdian Sang Suami
Ristu optimistis PAD akan bertambah kalau semua aset dimanfaatkan untuk dikerjasamakan dengan pihak lain. Apalagi letak aset Pemprov sangat strategis. "Peluang ini harus ditangkap dan diseriusi agar beban APBD turun," tambahnya.
Menurutnya, Jatim membutuhkan regulasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor aset. Mengingat selama ini harga sewa aset milik Pemprov Jatim masih mengacu pada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). "Selama ini, biaya pemeliharaan aset lebih besar daripada yang didapatkan, jika tidak dimanfaatkan," kata Ristu, Sabtu (21/11/2020).
Terutama, sambung dia, aset yang bukan peruntukan untuk pelayanan publik. Seperti halnya Kebun Benih Holtikultura Sarangsari, Magetan. "Kalau tidak dioperasionalkan ada biaya pemeliharaan. Nantinya justru minus semua karena biaya pemeliharaan lebih besar daripada pendapatan," imbuh Ristu.
Menurut politisi asal PDIP ini, Kebun Benih Holtikultura Sarangsari akan menjadi terobosan yang bagus jika dijadikan sebagai tempat wisata alam. Hanya saja, tidak akan untung banyak jika mindset pembiayaan dan pengelolaan birokrasi. "Lebih baik kerjasama swasta. Bisa ada nilai sewa dan bagi hasil," tuturnya. BACA JUGA : Istri-Istri Calon Walikota "Jadi Pelumas" Langkah Pengabdian Sang Suami
Ristu optimistis PAD akan bertambah kalau semua aset dimanfaatkan untuk dikerjasamakan dengan pihak lain. Apalagi letak aset Pemprov sangat strategis. "Peluang ini harus ditangkap dan diseriusi agar beban APBD turun," tambahnya.
Lihat Juga :