Miris, Video Porno Picu Lonjakan Perkawinan Usia Anak di Jawa Tengah
Jum'at, 20 November 2020 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, aktivis anti perkawinan usia anak dari Yayasan Kita Bersama (Yayasan KitaB) Lies Marcoes Natsir mengatakan, tahun ini bisa menjadi momen bagus untuk Jawa Tengah untuk pencegahan perkawinan usia anak . (Baca juga: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Baru Lahir Dibuang Dalam Kantong Plastik )
"Jawa Tengah punya modal sosial, politik, ekonomi yang bisa mencegah perkawinan usia anak . Berdirinya PKK di Indonesia juga diawali dari inspirasi Jawa Tengah saat itu. Dari segi keagamaan, Jawa Tengah juga memiliki pesantren dengan jumlah cukup banyak. Sementara untuk kekuatan ekonomi, industri banyaknya di Jawa Tengah. Ini modal besar sebenarnya," ujar Lies Marcoes Natsir.
Selama belasan tahun melakukan penelitian perkawinan usia anak di Jawa Tengah, Lies menilai ada korelasi antara hilangnya akses masyarakat terhadap lahan (agrarian) dengan julah perkawinan usia anak. Perubahan politik ekonomi di pusat berpengaruh pada relasi jender.
Menurutnya, di Jateng banyak memiliki lembaga riset terbaik, punya akses besar ke pusat. Ini menurutnya bisa menempatkan Jawa Tengah menjadi tolok ukur pembangunan pencegahan perkawinan anak. (Baca juga: Buron Sejak 2013, Terpidana Korupsi Pelabuhan Awerange Dibekuk Saat Pulang ke Rumah )
"Harus ada lembaga pendidikan tingkat desa setingkat SMA. Harus ada lapangan kerja setelah anak-anak lulus SMA. Itu jalan keluar terbaik untuk mencegah perkawinan usia anak ," ujarnya.
"Jawa Tengah punya modal sosial, politik, ekonomi yang bisa mencegah perkawinan usia anak . Berdirinya PKK di Indonesia juga diawali dari inspirasi Jawa Tengah saat itu. Dari segi keagamaan, Jawa Tengah juga memiliki pesantren dengan jumlah cukup banyak. Sementara untuk kekuatan ekonomi, industri banyaknya di Jawa Tengah. Ini modal besar sebenarnya," ujar Lies Marcoes Natsir.
Selama belasan tahun melakukan penelitian perkawinan usia anak di Jawa Tengah, Lies menilai ada korelasi antara hilangnya akses masyarakat terhadap lahan (agrarian) dengan julah perkawinan usia anak. Perubahan politik ekonomi di pusat berpengaruh pada relasi jender.
Menurutnya, di Jateng banyak memiliki lembaga riset terbaik, punya akses besar ke pusat. Ini menurutnya bisa menempatkan Jawa Tengah menjadi tolok ukur pembangunan pencegahan perkawinan anak. (Baca juga: Buron Sejak 2013, Terpidana Korupsi Pelabuhan Awerange Dibekuk Saat Pulang ke Rumah )
"Harus ada lembaga pendidikan tingkat desa setingkat SMA. Harus ada lapangan kerja setelah anak-anak lulus SMA. Itu jalan keluar terbaik untuk mencegah perkawinan usia anak ," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :