Arie Lasut Diabadikan Jadi Nama Lembaga Rehabilitasi BNNP Sulut
Jum'at, 20 November 2020 - 03:56 WIB
loading...
Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko meresmikan Lembaga Rehabilitasi BNNP Sulawesi Utara. Foto/SINDOnews/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Arie Lasut, Pahlawan Nasional Indonesia asal Sulawesi Utara (Sulut) diabadikan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara ( BNN P Sulut) sebagai nama lembaga rehabilitasi bagi pecandu narkoba. (Baca juga: Ini Daftar 10 Panambang Emas Asal Tasikmalaya yang Tertimbun Longsor di Kalteng )
Lembaga rehabilitasi berkapasitas 10 orang yang terletak di belakang gedung BNN P Sulut itu, diresmikan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, bersama Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor J Lasut, Kamis (19/11/2020).
Victor J Lasut mengatakan, gedung tersebut dibangun selama satu bulan lebih dua hari dengan anggaran dana sumbangan dari Olly Dondokambey dan Bank Sulut. Dia juga menambahkan, untuk sumber daya manusia di lembaga tersebut disediakan dokter, perawat, konselor, dan tenaga medis lainnya.
"Tahun depan target kami lima orang bisa disembuhkan. Jumlah ini terhitung sedikit karena kapasitas di lembaga rehabilitasi bisa 10 orang, namun karena terkendala anggaran sehingga hanya bisa menargetkan lima pasien," jelas Victor. (Baca juga: Hanya Demi Upacara Adat untuk Tikus, Warga Bali Rela Keluarkan Biaya Rp250 Juta )
Lembaga rehabilitasi berkapasitas 10 orang yang terletak di belakang gedung BNN P Sulut itu, diresmikan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, bersama Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor J Lasut, Kamis (19/11/2020).
Victor J Lasut mengatakan, gedung tersebut dibangun selama satu bulan lebih dua hari dengan anggaran dana sumbangan dari Olly Dondokambey dan Bank Sulut. Dia juga menambahkan, untuk sumber daya manusia di lembaga tersebut disediakan dokter, perawat, konselor, dan tenaga medis lainnya.
"Tahun depan target kami lima orang bisa disembuhkan. Jumlah ini terhitung sedikit karena kapasitas di lembaga rehabilitasi bisa 10 orang, namun karena terkendala anggaran sehingga hanya bisa menargetkan lima pasien," jelas Victor. (Baca juga: Hanya Demi Upacara Adat untuk Tikus, Warga Bali Rela Keluarkan Biaya Rp250 Juta )
Lihat Juga :