Dorong Anak Muda Surabaya Melek Politik, Ini yang Dilakukan Politisi Millenial
Selasa, 17 November 2020 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama, Calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Mujiaman, mengakui bahwa potensi millenial Surabaya, sangat luar biasa. Sayangnya belum bisa berkembang maksimal karena keterbatasan ruang ekspolarasi dan support program pemerintah yang memadai. Akibatnya, potensi anak-anak muda belum tertangani dengan baik.
Mujiaman memandang, perlu membangun distrik kreatif-inovatif. Tujuannya adalah memberikan ruang yang luas kepada anak millenial mengembangkan potensinya dengan maksimal. "Belajar dan bermain keniscayaan bagi millenial, belajar saat bermain dan bermain saat belajar. Ini butuh ruang, setelah ruang ada, pemerintah harus bikin program," tuturnya.
Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini mengatakan, Machfud Arifin -Mujiaman (Maju) akan membangun distrik kreatif sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan anak millenial. Ruang yang ada selama ini terbatas dan cenderung formal. "Millenial butuh ruang, sementra ruang yang ada terlalu formal, seperti Balai Pemuda dikunci rapat, dan kalau makai tempat itu bayarnya mahal," ungkapnya. (Baca juga: Selasa Pagi Ada Guguran dari Puncak Merapi, Suaranya Bergemuruh )
Selain membangun distrik kreatif, program yang disediakan adalah internasionalisasi anak-anak millenial. Millenial Surabaya akan diajak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan millenial dari luar negeri. Tujuannya millenial Surabaya memiliki referensi performa millenial luar negeri. "Kita datangkan millenial luar negeri, supaya yang di Surabaya tahu performanya seperti apa," tegasnya.
Mujiaman memandang, perlu membangun distrik kreatif-inovatif. Tujuannya adalah memberikan ruang yang luas kepada anak millenial mengembangkan potensinya dengan maksimal. "Belajar dan bermain keniscayaan bagi millenial, belajar saat bermain dan bermain saat belajar. Ini butuh ruang, setelah ruang ada, pemerintah harus bikin program," tuturnya.
Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini mengatakan, Machfud Arifin -Mujiaman (Maju) akan membangun distrik kreatif sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan anak millenial. Ruang yang ada selama ini terbatas dan cenderung formal. "Millenial butuh ruang, sementra ruang yang ada terlalu formal, seperti Balai Pemuda dikunci rapat, dan kalau makai tempat itu bayarnya mahal," ungkapnya. (Baca juga: Selasa Pagi Ada Guguran dari Puncak Merapi, Suaranya Bergemuruh )
Selain membangun distrik kreatif, program yang disediakan adalah internasionalisasi anak-anak millenial. Millenial Surabaya akan diajak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan millenial dari luar negeri. Tujuannya millenial Surabaya memiliki referensi performa millenial luar negeri. "Kita datangkan millenial luar negeri, supaya yang di Surabaya tahu performanya seperti apa," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :