Pandemi COVID-19 Diprediksi Bakal Gerus 'Serangan Fajar' Politik Uang di Pilkada
Selasa, 17 November 2020 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi ini cukup mengembirakan agar para paslon lebih fokus bertarung program dan gagasan," jelasnya. (Baca juga: Gelar Razia Mendadak, Polres Minahasa Selatan Sita Puluhan Botol Miras Cap Tikus )
Surokim menambahkan, para paslon tidak perlu menggunakan strategi instan seperti politik uang dalam Pilkada Surabaya. Cara lama ini tak akan mempengaruhi banyak para pemilih. Jadi di Surabaya itu terjadi pertumbuhan pemilih rasional yang terus berkembang signifikan," ucapnya.
Dengan pemilih yang semakin cedas, katanya, maka pertarungan gagasan serta visi dan misi yang kuat akan menentukan hasil. Masyarakat akan mencerna calon yang akan dipilihnya melalui gagasan yang diusung. (Baca juga: Menyaru Jadi Petugas Satgas COVID-19, Pria Ini Kuras Perhiasan Nenek-nenek )
Semua ini tentu menjadi kabar baik di tengah demokrasi Indonesia. Politik uang yang sudah terbangun lama bisa tumbang dengan pemilih rasional yang tak lagi terpengaruh dorongan karena uang. "Mereka akan memilih pemimpinnya karena dianggap baik dan memenuhi harapan," katanya.
Surokim menambahkan, para paslon tidak perlu menggunakan strategi instan seperti politik uang dalam Pilkada Surabaya. Cara lama ini tak akan mempengaruhi banyak para pemilih. Jadi di Surabaya itu terjadi pertumbuhan pemilih rasional yang terus berkembang signifikan," ucapnya.
Dengan pemilih yang semakin cedas, katanya, maka pertarungan gagasan serta visi dan misi yang kuat akan menentukan hasil. Masyarakat akan mencerna calon yang akan dipilihnya melalui gagasan yang diusung. (Baca juga: Menyaru Jadi Petugas Satgas COVID-19, Pria Ini Kuras Perhiasan Nenek-nenek )
Semua ini tentu menjadi kabar baik di tengah demokrasi Indonesia. Politik uang yang sudah terbangun lama bisa tumbang dengan pemilih rasional yang tak lagi terpengaruh dorongan karena uang. "Mereka akan memilih pemimpinnya karena dianggap baik dan memenuhi harapan," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :