Pandemi COVID-19 Diprediksi Bakal Gerus 'Serangan Fajar' Politik Uang di Pilkada
Selasa, 17 November 2020 - 08:42 WIB
loading...
Praktik politik uang diprediksi bakal tergerus di masa pandemi COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Praktik politik uang selalu menjadi bumbu manis di tengah gegap gempita pesta demokrasi. Namun, di tengah pandemi COVID-19 ini politik uang diprediksi bakal tergerus. (Baca juga: Cegah Kerumunan Massa, KPU Surabaya Sarankan Kampanye Digital )
Pakar politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menuturkan, dalam berbagai perhelatan Pilkada, politik uang dianggap para calon cukup efektif untuk mempengaruhi pemilih.
"Jadi sekarang efektivitas politik uang kian berkurang di Surabaya dan para pasangan calon (paslon) harus berhati-hati menggunakan strategi ini. Karena bisa memukul balik citra paslon sendiri," kata Surokim, Selasa (17/11/2020).
Ia melanjutkan, menurut hasil penelitian Surabaya Survey Center (SSC) Oktober 2020 lalu, efektivitas politik uang dalam pilkada Surabaya hanya 11,4 persen saja. Data itu tentu berbanding terbalik dengan persentase pemilih yang akan menghukum praktik money politik sebesar 34,2 persen.
Pakar politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menuturkan, dalam berbagai perhelatan Pilkada, politik uang dianggap para calon cukup efektif untuk mempengaruhi pemilih.
"Jadi sekarang efektivitas politik uang kian berkurang di Surabaya dan para pasangan calon (paslon) harus berhati-hati menggunakan strategi ini. Karena bisa memukul balik citra paslon sendiri," kata Surokim, Selasa (17/11/2020).
Ia melanjutkan, menurut hasil penelitian Surabaya Survey Center (SSC) Oktober 2020 lalu, efektivitas politik uang dalam pilkada Surabaya hanya 11,4 persen saja. Data itu tentu berbanding terbalik dengan persentase pemilih yang akan menghukum praktik money politik sebesar 34,2 persen.
Lihat Juga :