Mengenal Dunia Finansial Era Digital Bersama Fintech Taralite dan KFUND
Minggu, 15 November 2020 - 22:45 WIB
loading...
A
A
A
Upaya konsisten untuk mendorong inklusi keuangan di tengah pandemi global aat ini dialami banyak negara termasuk Indonesia, platform fintech P2P lending berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) PT Indonusa Bara Sejahtera (Taralite) dan platform terdaftar PT. Kinerja Sukses Gemilang (KFUND) menyelenggarakan talk show dengan mahasiswa Universitas Diponogero Semarang Minggu, 15 November 2020 secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.
Victor Timothy – Co Founder & Business Development Director Taralite berharap kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Semarang.(Baca juga: Diterpa Pohon Tumbang, Tiga Pemotor Dilarikan ke Rumah Sakit )
Data yang telah diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 128,7 triliun hingga kuartal III 2020, nilai itu tumbuh dari posisi tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.
Dengan adanya edukasi daring ini, kami juga berharap masyarakat Semarang dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” ujar Mario Lim - IT Architecture KFUND.
Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Diponogero ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran berbagai inovasi produk dalam bidang keuangan untuk mencapai target inklusi keuangan.
Victor Timothy – Co Founder & Business Development Director Taralite berharap kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Semarang.(Baca juga: Diterpa Pohon Tumbang, Tiga Pemotor Dilarikan ke Rumah Sakit )
Data yang telah diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 128,7 triliun hingga kuartal III 2020, nilai itu tumbuh dari posisi tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.
Dengan adanya edukasi daring ini, kami juga berharap masyarakat Semarang dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” ujar Mario Lim - IT Architecture KFUND.
Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Diponogero ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran berbagai inovasi produk dalam bidang keuangan untuk mencapai target inklusi keuangan.
(msd)
Lihat Juga :