Mengenal Dunia Finansial Era Digital Bersama Fintech Taralite dan KFUND
Minggu, 15 November 2020 - 22:45 WIB
loading...
Victor Timothy - CoFounder & Business Development Director Taralite.Foto/ist
A
A
A
SEMARANG - Pada 2019, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75% inklusi keuangan . Namun, hingga saat ini target yang baru tercapai hanya menyentuh angka 49%.
Inklusi keuangan ditargetkan untuk menyasar masyarakat yang berada di piramida ekonomi terbawah dengan hadirnya finansial teknologi (fintech) diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tersebut.
Dan saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat industri Fintech Peer to Peer Lending (P2P) telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp100 triliun per September 2020. Angka tersebut naik 113% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.(Baca juga: Status Siaga, Merapi Keluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar dan Suara Gemuruh )
Kenaikan pesat penyaluran pinjaman P2P lending ini tak lepas dari peningkatan jumlah akun peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender), dengan pengguna aktif rentang usia produktif 19-34 tahun.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berharap stakeholders terkait mampu menjaga tren pertumbuhan positif ini, sehingga industri fintech P2P lending ke depan terus bisa berinovasi dalam memberikan layanan keuangan terhadap masyarakat.
Inklusi keuangan ditargetkan untuk menyasar masyarakat yang berada di piramida ekonomi terbawah dengan hadirnya finansial teknologi (fintech) diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tersebut.
Dan saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat industri Fintech Peer to Peer Lending (P2P) telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp100 triliun per September 2020. Angka tersebut naik 113% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.(Baca juga: Status Siaga, Merapi Keluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar dan Suara Gemuruh )
Kenaikan pesat penyaluran pinjaman P2P lending ini tak lepas dari peningkatan jumlah akun peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender), dengan pengguna aktif rentang usia produktif 19-34 tahun.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berharap stakeholders terkait mampu menjaga tren pertumbuhan positif ini, sehingga industri fintech P2P lending ke depan terus bisa berinovasi dalam memberikan layanan keuangan terhadap masyarakat.
Lihat Juga :