Status Siaga, Merapi Keluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar dan Suara Gemuruh

Minggu, 15 November 2020 - 15:44 WIB
loading...
Status Siaga, Merapi Keluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar dan Suara Gemuruh
Suara gemuruh keluar dari Gunung Merapi, namun statusnya maish tetap siaga atau level III. Foto/iNews TV/Tata Rahmanta
A A A
BOYOLALI - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Yogyakarta, dan Jawa Tengah , kembali mengalami guguran dan mengeluarkan suara bergemuruh. Meski demikian status Gunung Merapi masih siaga atau level tiga, dan warga di lereng Gunung Merapi , di wilayah Selo, Kabupaten Boyolali, tetap beraktifitas seperti biasa.

Dari pos pengamatan Gunung Merapi Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah , Gunung Merapi nampak tertutup kabut tebal, dan angin bertiup kencang ke arah barat, Minggu (15/11/2020). (Baca juga: Merapi Siaga, 2 Titik Jalur Evakuasi Pengungsi di Desa Tlogolele Menyempit )

Data dari BPPTKG di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah, aktivitas vulkanik Gunung Merapi , pada Minggu (15/11/2020) pada pukul 24.00-06.00 WIB, terjadi 11 kali guguran lava dengan durasi 13,4-119,9 detik.



Menurut keterangan petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah, Ahmad Sopari, terjadi juga gempa vulkanik dangkal sebanyak delapan kali, dengan amplitudo 45-80 mm, durasinya 11,3-41,8 detik.

"Selain itu, pada Minggu (15/11/2020) pagi, guguran lava pijar kembali terjadi pada pukul 07.25 WIB; 07.32 WIB; dan 07.42 WIB. Guguran dan suara gemuruh tersebut terdengar dari Pos Babadan," ujar Ahmad Sopari.

Dia menyebutkan, hingga saat ini status Gunung Merapi masih siaga atau berada di level III, dan warga diminta tidak beraktivitas di radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi . (Baca juga: Terjepit Bodi Mobil, Sopir yang Ditabrak KA Penataran Blitar-Surabaya Tewas )

Hingga kini warga yang berada di lereng Gunung Merapi , masih beraktifitas seperti biasa. Mereka tetap memanen sayur wortel, meskipun muncul suara gemuruh dan terjadi guguran dari puncak Gunung Merapi .
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2971 seconds (11.210#12.26)